Antisipasi Carok Lanjutan, Polres Bangkalan Tempatkan Brimob

 
Bangkalan,MaduraNewsmedia.com– akibat terjadi senggolan, Rabu (08/04/2015) Malam warga dua desa yaitu Desa Petapan kecamatan Labang dan desa Sendang Dajah kecamatan Labang terimbat carok. Akibat carok tersebut dua orang tewas dengan luka yang sangat mengenaskan. Korban  tewas FU (38) warga dusun Kramat Petapan desa Petapan dan DI (40) warga dusun Lebanah desa Sendang Dajah. Selain 2 orang tewas, dari kedau belah pihak yang bertuingkat juga mengalami luka bacok yang sangat serius. Mereka yang mengalami luka Bacok adalah FI (25) dan US (28) keduanya warga dusun Kramat Petapan desa Petapan, sementara yang mengalami luka parah dari dusun Lebanah desa Sendang daja adalah AH (35) dan DS (39) keduanya dirawat di RSUD dr Sotomo surabaya. Paskah terjadi carok Polres bangkalan menempatkan 1 pleton pasukan Brimob dari Polda Jatim.
Kapolres Bangkala, AKBP Soelistiyono ketika dikonfirmasi menjelaskan, terjadi carok tersebut berawal daeri senggolan yang terjadi antara dua warga desa tersebut. “Kejadinnya sekitar pukul  22.30 wib, carok itu  berawal dari warga Sendang Dajah yang naik motor dijalan desa yang pada saat itu ada Orkes. Kemudian  ditegur agar pelan-pelan, ketika dia ngak terima dan langsung menempeleng,” kata Sulistiyono, Kamis (09/04).
Karena ngak diterima ditempeleng kata Sulistiyono, kemudian, orang yang ditempeleng itu mengajak temannya. “Karena ditempeleng, Dia kemudian ngajak teman dan  terjadi carok. Dalam peristiwa itu dari  Desa petapan ada 4 orang yang mengalami luka-luka, sedangkan dari   desa sendang Dajah ada 3 orang yang luka-luka.  Dan 2  orang meninggal dunia,” jelasnya.
Lebih lanjut Sulistiyono menjelaskan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya menempatkan aparat di dua desa yang bertikai tadi malam. “Sampai sekarang kita menempatkan personel di dua desa tersebut, masing-masing 25 orang, dan polisi bergabung degan anggota kodim. Selain itu ada dari  polda 1 pleton Brimob, kita tempatkan di lalu lintas di  petapan sambil melakukan patroli, ini kami lakukan juga untuk mengantisipasi serangan balasan dari kedua belah pihak yang bertikai,” terangnya.
Dikatakan Sulistiyono, untuk meredam dua desa yang bertikai, pihaknya telah mendatangi kedua desa. “Dari hasil kami yang turun ke TKP, dimana kami sudah mendatangi dua pihak, saya ketemu orang tua korban yang meningal dan korban yang luka, kita sudah lakukan pendekatan, mereka tidak akan menuntut, dan mereka menyerahkan kepada kita untuk didamaikan. Karena  mereka yang jadi korban baik yang korban meninggal maupun yang luka masih ada hubungan saudara semua,” pungkasnya.(hib/shb)
iklan 100x100