86 Pasien Covid-19 Di Bangkalan Sembuh

Ketua Tim Satgas RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Catur

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Pasien Covid-19 di kabupaten Bangkalan yang menjalani isolasi di Balai Diklat dan di Rumah sakit Syarifah Ambami Rato Ebuh (RSUD Syamrabu) Bangkalan  sudah banyak yang sembuh, bahkan sejumlah  tenaga medis yang postif terpapar virus Covid-19 ada yang sembuh. “Kalau total pasien Covid-19 yang sudah sembuh itu ada 86 orang pasien,” kata Ketua tim Satgas RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Catur, Selasa (07/07/2020).

Dikatakan dia, meskipun sudah banyak yang sembuh, namun ruang isolasi untuk pasien yang positif terpapar virus Corona (Covid-19) baik RSUD Syamrabu Bangkalan  maupun di Balai Diklat penuh . “Pada awalnya kami menyiapkan ruang isolasi untuk pasien Covid-19 di rumah sakit  76 bed, kemudian ditambah lagi hingga 80 bed, dan sekarang  ruang isolasi di rumah sakit Penuh,” jelas Catur

Dijelaskan Catur, setelah ruang isolasi di RSUD Syamrabu penuh, isolasi untuk pasien Covid-19 dilakukan di Balai Diklat. “Di Balai Diklat-pun saat ini ruang isolasi untuk pasien Covid-19 ini penuh juga,” terang dr Catur yang juga anggota tim gugus tugas Covid-19 kabupaten bangkalan ini.

karena ruang isolasi di RSUD Syamrabu penuh, begitu juga ruang isolasi di Balai Diklat juga penuh kata Catur, maka untuk menambah ruang isolasi yang baru dirinya masih menunggu keputusan dari Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 kabupaten Bangkalan. “Kita kembalikan ke Gugus tugas Covid-19, karena untuk menambah ruang isolasi baru kebijakan gugus tugas, apakah mau membuka ruang isolasi baru atau menerapkan protokol kesehatan lainnya,” tuturnya.

Ditambahkan Catur, untuk ruang isolasi pasien di RSUD bangkalan ini yang penuh ini bukan dalam artian over load yang sampai  tidak bisa menampung pasien. “Ada pasien yang sembuh dan pulang atau keluar ada pasien yang masuk, jadi  pasien ini keluar masuk,” terangnya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Ketua tim Satgas RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Catur mengharapkan agar masyarakat tidak lambat datang ke Rumah sakit. “Harapan saya agar masyarakat jangan sampai terlambat datang ke rumah sakit, kalau datang terlambat kita bisa tidak merawat pasien dalam kondisi berat, sedang, itu tidak bisa kita sembuhkan,  kalau pasien sudah dinyatakan positif, ngak usah kuatir datang saja ke rumah sakit langsung kita tangani, dan untuk sembuhnya sangat besar,” katanya    

Namun imbuh dr Catur, jika pasien yang dinyatakan positif Covid-19 datangnya ke rumah sakit terlambat, maka akan terjadi masalah. “Ya kalau datangnya telat itu yang menjadi masalah. Proses penyembuhan Covid-19 ini terngantung, bisa cepat negatif, rata-rata selama 15 hari, tapi kalau langsung di obati terus membaik dan negatif,  kira-kira 2  mingguan  sudah negatif,” pungkasnya. (hib/shb)