HEADLINEPERISTIWATERKINI

Akibat Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Tangkapan Ikan Nelayan Menurun Hingga 50 Persen 

perahu nelayan lego jangkar karena angin kencang
perahu nelayan lego jangkar karena angin kencang

Pamekasan maduranewsmedia.com– Akibat angin kencang dan gelombang tinggi para nelayan di dermaga desa berenta kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan mengeluhkan hasil tangkapan ikannya menurun hingga lima puluh persen. .Nelayan hanya bisa mencari ikan disekitar selat Madura bahkan sebagian nelayan tidak melaut dan mengisi waktu dengan memperbaiki jaring dan perahunya yang rusak.

Salah seorang nelayan, Usman Affandi mengaku tidak bisa leluasa menangkap ikan akibat gelombang tinggi dan angin kencang di tengah laut bahkan ketinggian gelombang bisa mencapai 5 meter nelayan mengaku hanya bisa mencari ikan di sekitar selat madura saja.

“Saya terpaksa mas melaut meski gelombang tinggi dan angin kencang karena terpaksa tidak ada pilihan lain, meski taruhan nyawa demi menyambung hidup sehari hari. Kalay saya tidak melaut anak dan istri gak makan”. Katanya,. Jumat (23/12/2016).

Sementara itu, beda dengan Ahmad muniri nelayanlainnyay, ia memilih tidak melaut karena takut gelombang tinggi yang mencapai lima meter, saya memilih memper baiki jaring dan perahunya yang rusak di hamtam ombak.  sebagian nelayan mengisi waktu dengan memperbaiki jaring yang rusak.

Para Nelayan ini, tak ada pilihan lain untuk bertahan hidup meski cuaca buruk, sebagian mereka nekat melaut meski hasilnya tidak sebanding dengan operasional perahu. hasil ikan yang didapatpun tidak sesuai harapan karena hanya mendapatkan ikan kecil dengan harga murah,kebutuhan hidub sehari harinya,

Selain itu, selama ini para Nelayan apa bila tidak melaut seperti sekarang. belum ada bantuan dari pihak pemerintah setempat. “kabar yang saya dengar katanya ada bantuan kepada nelayan berupa beras apabila cuaca buruk dan tidak melaut. namun selama saya jadi nelayan belum pernah ada bantun serta menerimanya meskipun kita tidak melaut selama dua pekan,” . pungkas Ahmad muniri. (rhm/shb)