Akibat Banjir, Ratusan Hektar Tanaman Padi Terancam Puso

KepalaDinas Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan saat memantau sawah yang terendam banjir. di kecamatan Kamal

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Dampak Bencana Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di kabupaten Bangkalan beberapa hari yang lalu menyebabkan ratusan hektar tanaman padi terendam banjir. Akibat terendam air itu, tanaman padi terancam puso. “Total luas tanaman padi yang terendam banjir seluas 226 hektar, namun yang positif puso atau rusak ada 10 hektar di kecamatan Kamal,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan, Abdullah Fanani melalui Kabid Tanaman Pangan, Geger Hery Susianto, Senin (11/02/2019).

Dikatakan dia, akibat bencana banjir itu, 183 hektar tanaman padi di kecamatan Arosbaya terendam banjir. 183 hektar itu tersebar di Desa Balung 86 Ha, desa Pelakaran 12 Ha, Desa Buduran 26 ha dan desa Arosbaya 60 ha. Sedangkan di kecamatan Kamal 40 hektar berada di desa Telang serta 3 Ha di desa Keleyan Kecamatan Socah. “Untuk ratusan Ha di kecamatan Arosbaya masih dalam pantuan,” jelas Geger panggilan akrabnya Kabid Tanaman Pangan tersebut.

Dijelaskan Geger untuk pemantauan 183 hektar tanaman padi di kecamatan Arosbaya terus dilakukan. “Tanaman Padi di kecamatan Arosbaya ini kalau ada genangan dan hujan terus menerus dimungkinkan tanaman padi itu akan rusak, tapi saat ini mantri dan penyuluh pertanian masih melakukan pemantuan,” terangnya.

Upaya yang dilakukan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan kata Geger, mengusulkan nilai kerugian yang diderita oleh para petani akibat banjir ini. “Untuk yang puso apabila petani tersebut masuk data asuransi Pertanian maka akan diusulkan nilai kerugiannya,” kata Geger.

Kabid Sarana dan Prasarana. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Ismail ketika dikonfirmasi jumlah petani yang terdaftar dalam asuransi pertanian pada musim tanam Oktober 2018  dan Maret 2019 hanya 153 kelompok. “Kalau petani yang sawahnya terndam banjir di kecamatan Kamal tidak ada yang ikut asuransi Pertanian,” kata Ismail.

Dikatakan dia, ada Petani yang mempunyai lahan di kecamatan Kamal, akan tetapi KTP petani tersebut di kecamatan Socah. “Pada saat mendaftar tidak sesuai dengan domisili sawahnya, ada petani yang sudah terdaftar di Asuransi Pertanian, tapi setelah mau di klaimkan, ternyata petaninya sudah tanam lagi, ya akhirnya tidak bisa diklaimkan,” pungkas Ismail. (hib/shb)