Akibat Cuaca Buruk Petani Jeruk Pamekasan Rugi Jutaan Rupian

petani jeruk di pamekasan

petani jeruk di pamekasan

 

Pamekasan, maduranewsmedia.com– Cuaca extrem yang melanda sebagian besar wilayah pamekasan beberapa waktu lalu, berdampak pada hasil pertanian kebun jeruk yang rontok dan membusuk sebelum memasuki musim panen, akibatnya sejumlah petani jeruk di desa panagguan kecamatan,larangan pamekasan ini, harus menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah. Senin (8/8/2016).

sedikitnya ada sekitar 7 hektare lahan pertanian buah jeruk milik warga desa panagguan kecamatan Larangan kabupaten pamekasan yang terdampak cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah pamekasan, hujan lebat selama hampir 5 hari berturut-turut, mengakibatkan buah jeruk membusuk dan rontok dari pohonnya sebelum memasuki waktu panen.

Seperti di alami, Halil as’adi petani jeruk warga desa panagguan kecamatan larangan pamekasan harus rela menelan kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah,pasalnya, selain rontok dan membusuk, sebagian besar buah jeruk yang masih bisa di panen berubah rasa menjadi kecut dan pahit sehingga berimbas pada minat konsumen di pasaran.

petani mengaku, sudah berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh cuaca yang tidak menentu tersebut, akan tetapi usaha yang dilakukan para petani sia-sia, sehingga, lahan pertanian yang awalnya bisa menghasilkan pendapatan hingga puluhan juta rupiah/ kali ini hanya berkisar pada 1 sampai 2 juta rupiah saja.

sebelumnya dari hasil pertanian yang biasa di jual dengan kondisi buah normal, para petani bisa menjual buah pada pengepul dari kisaran harga 10 ribu hingga 12 ribu rupiah per-kilo gram, namun sekarang, para petani hanya bisa menjual buah jeruk dengan kualitas terbaik dengan kisaran harga maksimal 7 ribu rupiah per-kilo gram. (rhm/shb)

iklan 100x100