Aktifis Pamekasan Tuding Oknum Anggota Dewan Jadi Mafia Proyek

aktivis Pamekasan saat berunjuk rasa
aktivis Pamekasan saat berunjuk rasa

 

Pamekasan maduranewsmedia.com – pada saat  melakukan aksi unjuk ras ake Kantor Bupati Pamekasan Achmad Syafii, Aktivis Pamekasan menuding jika ada oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan yang disinyalir menjadi mafia proyek. Menurut korlap aksi Sujai keberadaan proyek fisik di Pamekasan sangat mungkin menjadi bancakan anggota DPRD, dia menilai adanya kongkalikong antara oknum anggota dewan dengan Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD).

“Banyak proyek di Pamekasan, diindikasikan dikuasai anggota dewan DPRD pamekasan, lantaran saat ada orang yang mengerjakan proyek mengaku dari dewan,”  ungkapnya kordinator Suja’i. Rabu (31/8/2016)

Buruknya lagi saat melakukan dialog di ruang sekda yang di temui langsung, seketaris daerah. Muhammad Alwi, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Taufikurrahman, Kabag Ops Polres Pamekasan, Kompol Sarfan dan Seketaris komisi III DPRD setempat Harun Suyitno saat di tanyakan para aktvis, apakah anggota komisi III tidak bermain proyek jawabanya masih simpang siunr dan ragu-ragu.

Sehingga dengan ini berakibat buruk pada penyerapan anggaran di pamekasan, terbukti tiga tahun terakhir terus memburuk yaitu pada tahun 2014 terserap kurang lebih 70 persen, tahun 2015, 87 persen dan  tahun 2016 semester pertama 33,82 persen.

Sementara Sekretaris Komisi III DPRD Pamekasan, Harun Suyitno membantah prihal tudingan aktivis yang menyatakan oknum anggota dewan disinyalir menjadi mafia proyek tersebut, menurutnya legislatif bertugas sebagai pengawasan bukan mengerjakan program tersebut. “Saya tidak yakin teman-teman dewan jadi pekerja proyek, kalau memang benar silahkan laporkan pada BK,” tegasnya.

Sementara itu, Suja’i berjanji akan melakukan aksi lagi dengan data yang kongkrit dan fakta di lapangan bahwa anggota perwakilan rakyat daerah (DPRD) pamekasan menjadi mafia proyek. (rhm/shb)