Anak Kecil Ini Dipaksa Orang Tuanya Mengemis Di Pelabuhan Kamal

pengemis cilik yang biasa mengemis di pelabuhan Kamal, Insert Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Achmad Riadi

Bangkalan,maduranewsmedia.com – AH (7) seorang pengemis cilik yang biasa mengemis di area pelabuhan Kamal kecamatan Kamal kabupaten Bangkalan ini ternyata disuruh orang tuanya untuk meminta-minta kepada para penumpang kapal Fery yang melintas di area pelabuhan tersebut. “Saya disuruh orang tua saya minta uang kepada orang-orang yang hendak naik ke kapal,” kata AH, Rabu (04/12/2019)

Menurut pengakuan AH, dirinya diantar oleh orang tuanya ke pelabuhan Kamal untuk mengemis. Sementara orang tuanya menyuruh orang untuk mengawasi dirinya. “Kaki Saya terluka gara-gara tidak pakai sandal, dan memang orang tua saya sengaja tidak membelikan sandal agar para penumpang kapal Fery  merasa iba kepada saya,” jelas AH. .

salah seorang  penjual makanan di kawasan pelabuhan Kamal Siti (25) mengatakan, AH merupakan anak yang rumah orang tuanya berada di daerah pelabuhan Kamal. “Rumahnya dekat daerah sini, tapi saya tidak tahu orang tuanya kemana yang jelas saya tahu anak itu sering berkeliling mengemis di daerah pelabuhan ini” terangnya

dikatakan Siti, AH sering meminta-minta kepada para penumpang kapal Fery yang melintas di pelabuhan Kamal. “Anak itu keliling meminta-minta kepada orang yang hendak naik kapal,” tuturnya..

Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan, Ahmad Riadi menyatakan, Dinsos sudah kerjasama dengan Satpol PP untuk melakukan razia terhadap Anak Jalanan (anjal) di pelabuhan Kamal. “Setiap kami kesana, kami selalu tidak menemukan orang gelandangan dan orang gila,” kata Achmad Riadi.

Dengan adanya Laporan ini kata Achmad Riadi, pihaknya akan menindak lanjuti laporan tersebut. “Berhubung ada laporan ini kami akan menindak lanjuti dan mengadakan Razia kembali,” tuturnya.

Ditambahkan dia,  jika nanti pihaknya menemukan pengemis cilik yang biasa mengemis di pelabuhan Kamal itu, pihaknya akan mengembalikan ke orang tuanya. “Kalau kami berhasil menemukan anak itu, kami akan kembalikan ke orang tuanya dan juga kami akan memberikan penyuluhan serta mensosialisasikan. kami juga akan membina anak itu, jika dia tidak ada orang tuanya maka kami akan mengirimnya di panti selama 6 bulan, ” pungkasnya.(ver/shb)