Ansor Bangkalan Usung 9 Petisi Ke Muktamar NU di Jombang

Ketua GP Ansor Bangkalan, H Hasani zubair saat menyerahkan 9 petisi yang akan di bawa ke Muktamar NU di Jombang
Ketua GP Ansor Bangkalan, H Hasani zubair saat menyerahkan 9 petisi yang akan di bawa ke Muktamar NU di Jombang

Bangkalan, Maduranewsmedia.com–  Selain melakukan napak tilas sejarah lahirnya Jamiyah Nadhatul Ulama (NU), Gerakan Pemuda Ansor ( GP Ansor) kabupaten  Bangkalan menyerahkan 9 petisi yang akan di bawa ke Muktamar NU ke 33  di Jombang. 9 petisi itu antara lain; 1. Mengingatkan kembali komitmen kebangsaan untuk mempertahankan Pancasila, UUD 45 dalam wadah NKRI. 2. Mempertanakan dan mengembangkan negara damai dalam kontes Islam Nusantara. 3. Menolak dan menentang upaya-upaya radikalisasi atas nama agama. 4. Menolak segala bentuk kepentingan-kepentingan politik praktis yang menunggangi kegiatan Muktamar ke 33 dan kepentingan NU secara jam’iyah. 5. Mendukung pemberantasan Korupsi dan upaya penegakan hukumyang sesuai dengan kaidah peraturan perundang-undangan menuju good goverment. 6. Menguhkan kembali dakwah Ahli sunnah wal jama’ah ala Nahdatul Ulama sebagai komitmen kembali ke Khittoh 1926. 7. Mendorong Pemerintah khususnya Kepolisian RI untuk mengusut Tuntas peristiwa Tolikora dalam rangka penegakan hukum untuk menjamin kebeasan beribadah. 8. Senantiasa menjalankan amaliyah ibadah Ahlu sunnah wal ala jamaah ala Nahdatul ulama dan melestarikan praktek-praktek tradisi keagamaan serta toleransi terhadap tradisi budaya yang sesuai dengan nilai-nilai islam. 9. Menjadikan Ahlu sunnah wal Jamaah sebagai sosial kemasyarakatan menuju terciptanya rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “semoga 9 Petisi ini nanti dibahas dalam Muktamar,” pungkas Ra Hasani.

Sementara itu, Ketua Panitia napak tilas GP Ansor Bangkalan, Muzawwir Syafik mengatakan, ratusan GP Ansor dan Banser melakukan Napak tilas dengan berjalan kaki dari Bangkalan ke Muktamar jombang. Dengan maksud mengingatkan kembali peran kyai kholil sebagai guru spiritual kyai Hasyim Asy’ari (jombang) terkait sejarah berdirinya NU. “Pada Waktu itu, Kiai kholil memanggil santrinya yakni kyai As’ad diperintah untuk menemui kai hasyim di jombang dan menitipkan tongkat tasbih bacaan alqur’an dan dzikir sebagai isyarat restu  kyai kholil kepada kyai Hasyim dalam mendirikan NU guna mengawal dan memperkuat aqidah islam ahlussunnah waljama’ah yang di ajarkan oleh  untuk keummatan bangsa Indonesia,” pungkas Muzawwir. (hib/shb).