Awas,  Ikan Laut Berformalin Di Pasar Tradisional

 

Bangkalan,Maduranewsmedia.com– Dinas Kesehatan kabupaten Bangkalan melakukan pemantaun terhadap ikan laut baik ikan kering maupun ikan basah yang dijual di pasar Klampis kecamatan Klampis dan pasar Tanjung Bumi kecamatan Tanjung bumi, hasilnya sungguh mencegangkan, ternyata dari hasil pantauan tersebut hampir semua ikan yang dijual pedagang di dua pasar tersebut menggunakan formalin. “Dari hasil pantuan yang kami lakukan hampir semua ikan yang dijual didua pasar tradisional itu baik ikan kering maupun ikan basah ternyata menggunakan formalin,” kata Kadinkes Bangkalan, Nur Aida Rachhmawati melalui Kabid Farmagmin dan Gizi, Ciptaning Tekat, Sabtu (02/05/2015)

Dijelaskan Ciptaning Tekat, dalam pemantauan makanan yang menggunakan zat berbahaya seperti formalin, tim Dinkes Bangkalan menggunakan tester Permaganas Kalicius (PK) dan formagnis Kids. “Jadi PK ini bisa dijadikan tester apakah panganan itu ada zat berbahaya-nya atau tidak terutama formalin, ketika makanan ditester dengan PK ini, kalau makanan itu mengandung formalin, maka air yang semula ungu berubah menjadi putih, ternyata ikan-ikan laut yang dijual pedagang ada yang memakai formalin. Ya tidak semuanya, ada yang memakai formalin ada yang tidak,” jelasnya.

Lebih lanjut Ciptaning Tekat menjelaskan, untuk memastikan apakah hasil pemantuan tim dinkes yang menggunakan tester PK ini akurat atau tidak, pihaknya masih akan berkolsulatsi dengan BP POM di Surabaya. “Kita masih akan konsultasi ke BP POM apakah testernya akurat untuk mendeteksi makanan yang memakai formalin. Tapi yang jelas hasil pemantuan kami ya seperti itu (memakai formalin Red),” katanya.

Dikatakan Ciptaning Tekat, pemantauan terhadap ikan laut di pasar Klampis dan pasar Tanjung bumi itu karena ada laporan dari masyarakat jika ikan laut yang dijual pedagang di dua pasar itu diduga menggunakan formalin. “Angggota DPRD Bangkalan, pak Hosyan meminta kami untuk melakukan pemantauan terhadap ikan laut yang dijual di pasar itu,” ujarnya.

Ketua komisi B DPRD Bangkalan, Hosyan Muhammad ketika dikonfirmasi masalah tersebut membenarkan, jika pihaknya memerinahkan Dinkes untuk memantau ikan laut ynag dijual di pasar. “Ya karena terlalu banyak penyakit, ada penyakit Kangker, saya melihat saudara sepupu terkena Kangker makanya kami meminta dinkes untuk memantau ikan yang dijual di pasar,” kata Hosyan.

Sebab lanjutnya penyebab penyakit kanngker itu adalah bahan makanan berbahaya seperti Formali. “Kami melihat ikan laut yang dijual di  pasar itu berformalin, termasuk ikan teri, ini kami lakukan karena kami ingin menyelamatkan masyrakat dari penyakit,” terangnya.

Dikatakan Hosyan, masyrakat sebenarnya sudah bisa mendeteksi antara ikan laut yang menggunakan formalin dan yang tidak. “Jika ikan laut itu tidak dihinggapi lalat, maka ada dugaan ikan itu mengandung formalin, makanya saya meminta kepada aparat untuk menyelidiki pemasok formalin kepada para nelayan,” pungkas Hosyan. (hib/shb).

 

iklan 100x100