Bantuan Program Pemulihan Ekonomi Nasional Bagi UMKM Di Bangkalan Tak Kunjung Cair

Kadis Koperasi dan UKM Bangkalan, Iskandar Ahadiyat

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Sebanyak 10 ribu pelaku Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) di kabupaten Bangkalan saat ini tengah menunggu realisasi bantuan program pemulihan ekonomi nasional di masa Pandemi Covid-19 yang dijanjikan oleh pemerintahan Presiden RI, Joko Widodo. padahal ribuan UMKM itu telah membuat rekening dan menyetor persyaratan untuk kecipratan bantuan tersebut. “Semua persyaratan yang diminta sudah saya setor, namun sampai saat ini kok belum cair ya,” kata salah seorang pelaku UMKM di Bangkalan, Mina, Selasa (22/09/2020).

Perempuan paruh baya yang sehari-harinya berjualan di pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan ini mengajukan bantuan program pemulihan ekonomi nasional, karena selama pandemi Covid-19 omzet penjualannya menurun. “Saat mendengar ada program bantuan ini saya langsung mendaftar dan melengkapi persyaratan salah satunya membuka rekening di bank BRI, dan semua persyaratan sudah saya setor,” tuturnya.

Mina mengharapkan, agar supaya pemerintah pusat segera mencairkan bantuan tersebut, karena bantun itu sangat diharapkan. “Saya berharap bantuan itu segera dicairkan, karena bantuan  itu sangat kami butuhkan dimasa-masa sulit seperti sekarang ini,” Ucap Mina penuh harap.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan usaha Mikro kabupaten Bangkalan, Ir Iskandar Ahadiyat ketika dikonfirmasi masalah tersebut mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum tahu kapan bantuan itu cair. “Saya belum dapat informasi, karena ini programnya pusat,” kata Yayat sapaan akrabnya Kadis Koperasi dan Usaha Mikro kabupaten Bangkalan ini.

Yang jelas kata Yayat, pihaknya sudah menyetor semua berkas usulan dari pelaku UMKM di kabupaten Bangkalan yang di kirim ke Dinas Koperasi  dan Usaha Mikro  kabupaten Bangkalan. “Untuk penyetoran masalah data sudah selesai, Pertengahan bulan September lalu sudah kami setorkan ke pusat,” jelas ayat.

Dijelaskan dia, ada 10 ribu UMKM yang mengajukan bantuan program pemulihan ekonomi nasional melalui dinas Koperasi dan Usaha Mikro kabupaten Bangkalan. “Data yang sudah saya kirim ada 10 ribu UMKM, kalau yang dilain tempat saya ngak tahu, kan tidak hanya di kita saja, yang melalui bank juga ada,” terangnya..

Namun imbuh Yayat, sampai saat ini pelaku UMKM yang mengajukan melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro kabupaten Bangkalan masih belum ada yang menerima bantuan tersebut. “Datanya sudah masuk semua,  tinggal menunggu realisasi dari pusat,” pungkasnya. (hib/shb)