Batu Chenning Desa Pendabah Konon Mau Dijadikan Bahan Pembuatan Pusaka Di Kerajaan Jawa

Batu Chenneng yang ada di desa Pandabah kecamatan Kamal

Bangkalan, maduranewsmedia.com– Batu Chenning di desa Pendabah kecamatan Kamal kabupaten bangkalan sampai saat ini masih menyimpan misteri. Konon batu Chenning itu akan dijadikan bahan pembuatan pusaka oleh kerajaan besar dipulau jawa. Namun karena tidak mampu untuk mengangkat batu Chenning itu, akhirnya kerajaan besar di Jawa itu gagal untuk membuat pusaka dari Batu Chenning tersebut.

Dalam buku Morteka Dari Madhura Antologi cerita rakyat Madura edisi kabupaten Bangkalan karangan Iqbal Nurul Azhar yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan dan kebudayaan badan pengembangan dan pembinaan bahasa balai bahasa provinsi Jawa Timur 2016 diceritakan, bahwa kerajaan besar yang ada di pulau jawa itu selalu diserang oleh kerajaan kecil yang ada disekitar kerajaan.

Agar supaya kerajaan itu tidak selalu diserang, sang raja berupaya untuk mencari penangkalnya dengan membuat pusaka yang bahan bakunya terbuat dari batu. Selanjutnya sanga raja bertapa, dalam tapanya sang raja  itu memperoleh petunjuk bahwa di belahan bumi bagian timur, sang maha kuasa menjatuhkan sebuah batu mustika dari alam ghaib.

Dalam legenda batu Chenning itu dikisahkan, batu itu semula dari neraka, karenanya sangat panas serta berwarna merah menyala. Oleh Yang Maha kuasa batu itu lantas dipindah ke swargaloka karena alasan yang tidak diketahui, sehingga batu yang semula panas menyala berwarna merah, kemudian menjadi sejuk dan menghitam. Batu itu adalah batu yang cocok untuk dijadikan seabagi pusaka mandaraguna.

Dalam akhir cerita legenda itu sanga raja mengeluarkan sayembara, barang siapa yang bisa mengambil batu itu akan diberikan lahan yang sangat luas. kemudian ada jin yang ikut sayembara tersebut, namun sang jin ternyata juga gagal untuk mengambil batu itu, hingga akhirnya sang jin tidak kembali ke kerajaan karena takut dimarahi oleh sang raja.

Dalam legenda batu Chenning itu pada saat sang jin memikul batu itu, ternyata batu itu pecah menjadi dua, separuh dari batu itu berada di Desa pendabah kecamatan Kamal dan separuhnya lagi jatuh di sebuah tempat yang dikenal dengan gunung lumut Jaddih di desa Jaddih kecamatan Socah. (hib/shb)

iklan 100x100