Bulan Sya’ban, Makam Sunan Cendana Kwanyar, Ramai Penziarah

 

makan Sunan Cendana Kwanyar
makan Sunan Cendana Kwanyar

Bangkalan, Maduranewsmedia.com – Peringatan Malam Nisfu Sya’ban yang jatuh pada Senin (01/06/2015) kemarin tampaknya  tak ingin disia-siakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Hal itu terlihat dari membludaknya para Penziarah di makam Sunan Cendana Kwanyar.

Tradisi nyekar pada Bulan Sya,ban yang dilakukan masyarakat sekitar kecamatan di pesisir selatan Kota Salak itu sudah memang terjadi sejak lama, bahkan sudah menjadi tradisi. Tak hanya pada malam Nisfu Sya’ban, beberapa malam peringatan hari  besar islam lain juga dirayakan dengan cara serupa.

Mukaffi, warga kampung Sekepay desa Ketetang Kwanyar, mengaku sangat antusias melakukan ritual tersebut. Pria 27 tahun itu berharap malam Nisfu Sya’ban bisa menjadi momen baginya untuk menambah amal kebaikan. “Ini malam yang penuh ampunan. Pergantian buku catatan. saya usahakan untuk nyekar ke sini (makan Sunan Cendana Red).” Ujarnya saat ditemui wartawan maduranewsmedia.com kemarin.

Ditambahkan Mukaffi, makam Sunan Cendana yang terletak di depan pasar Kwanyar memang semakin ramai dikunjungi peziarah. Tak hanya masyarakat sekitar, rombongan peziarah asal luar daerah pun mulai berdatangan untuk mengunjungi peristirahatan terakhir tokoh bernama asli Syeikh Zainal Abidin itu.

“Di sini tambah ramai sekarang mas. kemarin lusa ada 16 bus rombongan peziarah dari Jawa yang datang. Karena tidak biasanya, akhirnya banyak warga yang membantu mengawal parkir hingga belakang pasar.” Imbuh Mukaffi.

Syeikh Zainal Abidin atau Sunan Cendana merupakan salah satu tokoh Wali Songo periodeisasi ke-7.  Sunan Cendana diangkat pada 1570 menggantikan Sunan Pakuan. Selain Sunan Cendana, satu tokoh Wali Songo lainnya yang juga dimakamkan di Kwanyar Bangkalan adalah sayyid Abdurrahman. Konon, Tokoh yang dimakamkan di kampung Lek-palek desa Ketetang itu merupakan tokoh Wali Songo angkatan ke-10 (1751 -1897 M) bersama Pangeran Diponegoro dan Syeikh Nawani Banten. (bai/shb)