Buldoser TPA Rusak, Sampah Di TPS Dalam Kota Bangkalan Meluber

luberan Sampah di TPS Jalan kartini

Bangkalan,maduranewmedia.com– Sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kota Bangkalan tidak bisa diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pasalnya Alat  buldozer yang ada di TPA di desa Buluh kecamatan Socah rusak. Akibatnya sampah yang ada di TPS-TPS di kota itu tidak bisa diangkut ke TPA. “Karena sampah di TPA sudah menumpuk dan untuk bisa dibuangi sampah harus dipadatkan dengan alat Buldozer, karena alat yang ada di TPA itu kondisinya sudah tua dan rusak. Karena alat yang ada di TPA itu rusak sehingga sampah di TPS tidak bisa di angkut ke TPA,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Bangkalan, Hadari dikonfirmasi melalui Kabid Kebersihan, Imam Safri, Selasa (8/10/2019)

Dikatakan Imam Safri, agar supaya TPA yang sudah penuh itu bisa dibuangi sampah lagi, maka pihaknya mencar sewaan alat Buldoser. “Kami mencari sewaan Buldoser, sementara  buldoser-buldoser di bangkalan dipakai mengerjakan proyek, kami muter-muter mencari sewaan  ke surabaya  dan baru dapat, dan alhamdulillah  TPA sudah dilakukan pemadatan dan sudah bisa dibuangi sampah lagi,” jelas Imam Safri.

Dijelaskan Safri, alat Buldoser yang disewa dari Surabaya itu pukul 09.00 wib sudah datang dan petugas di TPA langsung bekerja melakukan pemadatan. “sekarang sampah-sampah di TPS itu sudah diangkut ke TPA, kalau untuk semua sampah di TPS bersih semua tidak mungkin, petugas saat kita sata ini terus bekerja mengangkut sampah, Insya allah besok pagi, masalah sampah di TPS ini sudah normal dan tidak ada penumpukan sampah lagi di TPS,” terangnya.

Masalah kurangnya sarana dan prasarana di DLH ini sudah dilaporkan ke Bupati Bangkalan. “Kita sudah lapor ke pak bupati, karena Buldoser ini sebagai alat utama di TPA, di kabupaten  lain sudah ada semua, kita ngak punya Buldoser, kita punya alat yang sudah tua, kalau rusak seperti sekarang ini kita sudah bisa berbuat banyak,” tuturnya.

Ditambahkan Imam Safri, kalau dibandingkan dengan kabupaten lain, anggaran di DLH kabupaten Bangkalan paling kecil. “Kita sudah study banding, anggaran kita Rp 3 Milyar, anggaran  itu untuk pembelian truk, dan juga dipakai untuk honor pasukan hijau, yang nilai kontrak hampir Rp 800 juta, kalau di Batu anggaran kebersihan  dapat Rp 44 M, sampai kita geleng geleng melihat anggaran kebersihan di Batu, di kabupaten Sampang anggarannya Rp  18 M,” katanya.

Menyikapi menumpuknya sampah di kota bangkalan karena alat buldozer untuk memadatkan di TPA rusak, Ketua Komisi C DPRD bangkalan Suyitno, SE menegaskan, pihaknya sudah menghubungi DLH. Kita sudah menghubungi DLH dan kita sudah dapat penjreasan bahwa DLH menyewa Buldoser  dari pihak ketiga,” jelas Suytino.

Terkait dengan adanya keluhan kecilnya anggaran di DLH, Politisi Partai PDI-Perjuangan ini mengatakan bahwa di setiap organisasi perangkat Daerah (OPD) ada anggaran untuk belanja langsung dan belanja tidak langsung. “Anggaran di DLH itu ada belanja langsung Rp 11 M dan belanja tidak langsung Rp 15 M, sedangkan honor pasukan hijau itu bagian dari belanja tidak langsung,” terangnya.

Agar kasus rusaknya alat tersebut tidak terulang lagi, Ketua Komisi C DPRD bangkalan ini mengharapkan, agar rusaknya alat itu tidak dijadikan alasan lagi karena sudah ada anggaran pemeliharannya. “Juga adanya penumpukan sampah seharusnya bisa menggunakan tenaga-tenaga yang lain, dan jangan menunggu alat baru,” pungkasnya. (hib/shb)