Bupati Pamekasan Tantang Omongan Anggota Dewan Asal PKS

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam

 

Pamekasan, maduranewsmedia.com-Perseteruan antara Bupati Pamekasan Badrut Tamam dengan anggota DPRD asal PKS terus memanas, bahkan Bupati Pamekasan  itu menyikapi kritikan pedas anggota komisi II DPRD,Harun Suyitno yang menyebutkan bahwa program-program unggulan pasangan Berbaur Badrut Tamam-Raja’e selama berkampanye pada Pilkada serentak di hadapan masyarakat tidak masuk kedalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2019.

Menurut Baddrut, anggota dewan yang mengatakan bahwa program prioritas pasangan Berbaur tidak masuk dalam RAPBD tahun 2019, harus banyak belajar lagi. “Siapa bilang tidak masuk, itu anggota dewannya suruh belajar deh. ke saya jangan asal bicara ” kata Badrut Tamam saat ditanya oleh sejumlah awak media Rabu (31/10/2018).

PKS salah satu partai pengusung pasangan Berbaur pada Pilkada serentak yang berlansung pada tanggal 27 Juni 2018 lalu, PKS bersama PKB dan PAN, dan Gerinda dan sukses mengantarkan pasangan Berbaur menjadi pemimpin kabupaten Pamekasan.

Seperti yang pernah diberita, anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, bahwa program-program perioritas pasangan Berbaur tidak terakomodir dalam RAPBD 2019.

menurut Harun kecewaan terhadap OPD terkait, karena mereka tidak mampu menterjemahkan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati. Seperti dinas koperasi, ketika ditanya terkait lapangan kerja dan program 10 ribu pengusaha baru, yang di janjikan bupati dan wakil bupati pada saat kaml\panye jawabannya simpang siur, dan tidak ada program yang di masukkan

Ia menambahkan, janji politik pasangan Berbaur pada saat kampanye banyak. Diantaranya ; menciptakan 10 ribu pengusaha baru dan Dana Desa Rp 500 juta sampai Rp 1 Miliar. Namun anehnya, mereka tidak bisa mengakomodir, malah saling lempar antara OPD.“Dinas yang ditunjuk oleh Bupati memberikan bantuan itu tidak bisa memberikan penjelasan, malah saling lempar,” pungkas Harusn Suyitno (.rhm/shb)