Dampak Darurat Sampah Di Bangkalan, Sampai Saat ini Sampah Masih Menumpuk Di Sejumlah TPS

Staf jajaran OPD saat mengangkut sampah di salah satu TPS di kota Bangkalan

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Masih banyaknya sampah yang menumpuk dan tidak terangkut di sejumlah tempat pembuangan sampah sementara (TPS) merupakan ekses dari penutupan Tempat Pembuangan akhir (TPA)  dan Peristiwa darurat sampah yang terjadi beberapa bulan lalu. “Memang saat ini imbas dari  darurat sampah di kabupaten bangkalan dan masih tersisa-nya sampah di TPS merupakan ekses dari kejadian darurat sampah itu, salah satu ekses dari kejadian itu adanya penutupan beberapa depo sampah maupun TPS yang akhirnya masih terimbas pada menumpuknya sampah di titik titik tertentu termasuk di wilayah perkotaan,” kata kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan, Anang Yulianto Hari Purnomo AP, MM, Ahad (27/09/2020).

Dikatakan dia, Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Bangkalan menawarkan solusi dengan mengoptimalkan Tempat Pengelolaan sampah, Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R). “Harapan kita salah satu solusi yang kita tawarkan  yaitu optimalisasi dari TPS3R, karena pola kerjanya mereka ini lebih solutif dalam menyelesaikan tingkat ketertiban dalam membuang sampah,” jelas Anang sapaan akrabnya Kadis LH Bangkalan ini.


Kenapa harus dengan TPS3R ? kata Anang, karena untuk mendisiplinkan masyarakat didalam membuang sampah tidak mudah. “Untuk mendisiplinkan masyarakat  dalam membuang sampah pada tempatnya, tepat jamnya  bukan pekerjaan mudah,” terangnya.

Nah lanjut Anang, ketika TPS3R ini sudah beroperasi, maka masyarakat ini khususnya pelanggaran TPS3R tidak perlu lagi membuang sampah ke TPS. “Diharapkan masyarakat bisa jadi pelanggan TPS3R, karena kalau sudah jadi pelanggan  tidak perlu membuang sampah lagi, karena sampahnya setiap hari akan dijemput oleh petugas TPS3R. kalau program ini berjalan maka tidak perlu TPS-TPS yang selama ini ada di kabupaten Bangkalan,” pungkasnya. (hib/shb)