Dana BOS Bisa Dialihkan Untuk Penanggulangan Virus Corona Covid-19 Di Sekolah

ilustrasi

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Bantuan operasional sekolah (BOS)  bagi sekolah khususnya SMA, SMA Negeri sesuai dengan permendikbud nomor 8 tahun 2020 tentang petunjuk teknis penggunaan BOS sejatinya dipergunakan sekolah dalam rangka pembiayaan operasional sekolah yang meliputi belanja pegawai, barang jasa, modal dan buku. Namun dalam masa pandemi virus Corona (Covid-19) ini, Dana Bos bisa dialihkan untuk penanggulangan wabah virus Corona (Covid-19). “Memang ada beberapa perubahan salah satunya karena Covid-19 ini, pengalihan dari program tertentu ke penanganan covid-19,” Kepala Cabang dinas Pendidikan wilayah Bangkalan, Sunarto melalui Kasi SMA, PKLK, Moh. Fauzi M,Pd, Ahad (10/05/2020

Dikatakan dia, dalam perubahan ini, rincian kebutuhan BOS, maka pihkanya mewajibkan sekolah membuat rancangam kebutuhan yang tertuang dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS)..”RKAS harus sudah disusun sejak permendagri tentang juknis BOS itu turun,” jelas Fauzi sapaan akrabnya Kasi SMA, PKLK Cabdin bangkalan ini.

Dijelaskan Fauzi, pandemi covid-19 ini juga berdampak pada sekolah dimana sekolah saat ini melaksanakan pembelajaran daring. “Tentu hal ini berdampak pada alokasi anggaran belanja sekolah. Dan  Kepala dinas propinsi jatim telah mengeluarkan edaran penysuaian BOS untuk  bisa dialihkan digunakan untuk kegiatan penanggulangan Covid-19,” terangnya.

Ditambahkan Fauzi, Implementasi dari permendikbud nomor 8 tahun 2020 tentang petunjuk teknis penggunaan BOS ini diharapkan sekolah mampu menjadi media edukasi dan penanggulangan covid-19. “Untuk penggunaan dan besaran alokasi danya menjadi kewenangan sekolah masing-masing sesuai dengan kebutuhannya. Namun kmai tepa akan melakukan pemantuan ke sekolah-sekolah,” tuturnya.

Terkait pengalihan dana BOS ini kata Fauzi, pihaknya sudah menyampaikan kepada lembaga sekolah bahwa dana tahap pertama ini bisa digunakan untuk penangulangan virus Corona (covid 19)  seperti, masker, hand zanitiser, bilik cuci tangan, suplemen daya tahan tubuh, kuota internet untuk para guru. “Tidak hanya masker, kami juga memberikan bantuan kouta bagi guru dan tenaga kependidikan selain bagian dari pembelajaran daring, ini jiga sebagai koneksi dalam memantau perkembangan kesehatan para siswa, dan kami akan terus memantau perkembangan pembelajaran dan kesehatan para guru, tenaga kependidikan dan siswa,” pungkasnya. (hib/shb)