Dana DIPA Tak Kunjung Cair, Aliansi Mahasiswa FIP UTM Demo Kantor Dekanat

mahasiswa FIP saat unjuk rasa

 

Bangkalan,maduranewsmedia.com- puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi mahasiswa Peduli Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Senin (6/11/2017) menggelar aksi di depan kantor Dekanat. Aksi tersebut sebagai kado setelah pelantikan dekan terpilih. Aksi tersebut dilakukan karena Kegelisahan dirasakan oleh mahasiswa FIP dan semua Badan Kelengkapan FIP, baik HMP maupun UKM, sehingga membuat mahasiswa tidak tenang dalam menjalankan Program kerja (proker) yg telah dibuat oleh badan kelengkapan.

Ketua Umum HMP PGSD, Siti Musdalifah mengatakan, setiap pihkanya mengadakan acara banyak menggunakan dana iuran dan dana pribadi dari setiap pengurus hanya untuk mensukseskan acaranya, “Kalau saja kami keluarga besar FIP tidak peduli terhadap fakultas kami tidak akan meminjam dana  atau berhutang  untuk acara yang setiap dilakukan oleh HMP dan UKM demi menyukseskan acara demi kemewahan FIP,” kata Ketua umum HMP PGSD yang biasa di panggil Lifa itu.

Sedangkan Gubernur FIP, Asrori mengatakan, semenjak badan kelengkapan FIP ini di lantik hingga Menjelang Pergantian kepengurusan yg baru pihaknya tidak pernah mendapatkan dana DIPA, sedangkan Fakultas Lain di universitas Trunojoyo Madura sebagian dana DIPA cair. “Sehingga banyak pertanyaan yang dari kami Badan Kelengkapan FIP, Lari kemana Dana Itu? Dan Kami yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli FIP menuntut pihak dekanat kampus untuk memberikan kebijakan terkait masalah sejumlah dana,” kata Asrori.

Dana yang dituntut oleh Mahasiswa kata Asrori adalah Dana Dipa yang tidak kunjung cair,  Uang IKOMA, yang tidak ada kejelasan dalam pembagian uang yang akan digunakan, Sarana dan Prasarana yg tdk memadai mahasiswa FIP untuk kuliah, sehingga banyak mahasiswa FIP yg duduk lesehan dalam perkuliahan, bahkan bangku dan LCD pun tidak memadai, sehingga terjadi ketidak efektifan dalam belajar dan  Tidak adanya Profesioanlitas dosen dalam mengajar. Banyak dosen yg menggonta-ganti perkuliahan dengan semena-mena, dosen juga tidak tepat waktu dalam perkuliahan, bahkan telat dan tanpa mengkonfirmasi mahasiswa sebelumnya, sehingga yang terjadi dosen PHP mahasiswa

Di tambahkan Asrori karena adanya 4 tuntutan tersebut, membuat mahasiswa aksi turun jalan untuk meminta hak mahasiswa sebagaimana mestinya, agar perkuliahan serta proker yg telah dibuat oleh seluruh Badan Kelengkapan baik itu HMP, UKM, BEM, bisa berjalan secara maksimal, dan tidak ada ketertindasan antara pihak dekanat dengan mahasiswa. (san/shb)

 

iklan 100x100