Dekati Tutup Tahun Anggaran, Dewan Warning Kepala Pasar Tradisional

aktivitas di pasar tradisional

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bangkalan, Muchlis As-Suryani meminta kepada Kepala pasar Tradisional untuk tidak main-main dengan Target Pendapat Asli Daerah (PAD). “Kita sudah memanggil semua kepala pasar Polowijo dan kepala pasar hewan, dan saya minta kepada mereka agar supaya tidak main-main dengan Target PAD,” kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini, Rabu (18/10/2017).

Dikatakan Muchlis, agar target PAD pasar Tradisional tercapai pada akhir tahun nanti, pihaknya mendesak kepada Kepala dinas Perdagangan untuk melakukan pentahapan setiap bulan.”Untuk mendeteksi dini apakah satu pasar tradisional sudah mencapai target apa belum, harus dilakukan pentahapan setiap bulan, agar kasus terseok-seoknya PAD pada akhir tahun di pasar-pasar tradisional tidak terulang lagi,” jelas Muchlis yang juga mantan Ketua KNPI bangkalan ini.

Dijelaskan Muchlis, dari pengamatan Komisi B DPRD bangkalan, menjelang akhir tahun anggaran ini, setoran PAD dari pasar-pasar tradisional berjalan normal. “Alhamdulillah sisa 2 bulan ini nampaknya Disperindag sudah melakukan deteksi dini, buktinya semuanya berjalan normal,” katanya.

Terpisah Kepala Disperindag Bangkalan, Budi Utomo yang dikonfirmasi melalui Kabid Pengelolaan Pasar Sutanto menjelaskan, bahwa target PAD dari pasar tradisional saat ini sudah mencapai 80 persen. “Dari total Rp 4,8 Milyar saat ini sudah mencapai 80 persen atau Rp 3,8 milyar, sisanya yang 20 persen insya Allah bisa tercapai dari siswa katu 2 bulan ini,” kata Sutanto.

Dijelaskan Sutanto, dari 29 pasar tradisional yang ada di kabupaten Bangkalan, pihanya seringkali memanggil kepala pasar tradisional yang target PAD-nya terseok-seok. “Saejak awal tahun 2017 kami memanggil kepala kantor pasar yang PADnya tidal lancar, kita tanya kesulitannya apa,  kendalanya apa, alhamdulillah  setelah di panggil bulan berikut tanget PAD-nya lancar,” terangnya.

Ditambahkan Sutanto, untu target PAD kepala pasar Tradisional ini, pihaknya memang menerpakan  pengawan yang ketat. “Kita ingin kejadian tahun kemarin tidak terulang lagi pada tahun ini,” pungkasnya. (hib/shb)

iklan 100x100