Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan Terus Tingkatkan Pelayanan Publik Dibidang Peternakan Dan Berdayakan Peternak-Peternak Millenial

Kepala dinas peternakan Kabupaten Bangkalan, Ahmat Hafid

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Untuk memajukan dan memandirikan Peternakan, Dinas Peternakan kabupaten Bangkalan terus melakukan terobosan dan inovasi-inivasi di bidang peternakan. sejumlah program untuk terus meningkatkan pelayanan publik dibidang peternakan pada tahun 2020 itu  terus dilakukan. “Program-program yang ada di Dinas peternakan kabupaten bangkalan ini  tidak lepas dari Visi dan Misi Bupati dan wakil Bupati Bangkalan, tertutama mis pak Bupati bagaimana ekonomi pertenakan terus berkembang dan berjalan dengan  baik,” kata Kepala Dinas Peternakan kabupaten Bangkalan, Ahmat Hafid, Kamis (12/12/2020).

Untuk memajukan Peternakan di kabupaten Bangkalan, pada tahun 2020 sejumlah program telah dilakukan diantaranya pembinaan pembedayaan dan peningkatan SDM para peternak. “Bagaimana kita membina, memberdayakan para peternak kita, supaya kedepannya mempunyai daya saing yang tinggi, mulai dari kemandiriannya, kemudian pengetahuannya atau skill-nya bagaimana mereka bisa beternak dengan baik hingga dengan persoalan pemasarannya. ya  syukur syukur para peternak bisa melakukan pemasaran berbasis tehnologi digital,” jelas Hafid sapaan akrabnya Kadis Peternakan kabupaten Bangkalan ini.

Selain meningkatkan skill peternak, pada tahun 2020, Dinas peternakan juga memberikan layanan kesehatan hewan serta melaksanakan program pemerintah pusat Upsus siwab. “Kita juga punya program dari pusat yaitu sapi dan kerbau  Komoditas andalan negeri (Sikomandan) dan program pemerintah pusat itu kita sinergikan dengan program-program yang ada di Dinas Peternakan kabupaten Bangkalan yang kita kenal turunan programnya Menawan Hati (memeriksa, dan mengobati hewan secara gratis),” terang Hafid.

pelantikan Satgas Peternakan kabupaten Bangkalan

Sementara pada sektor peningkatan pendapatan Asli daerah (PAD). Dinas Peternakan kabupaten Bangkalan memaksimalkan Sumber daya Manusia (SDM) di rumah potong hewan (RPH). “Untuk meningkatkan PAD, kami maksimalkan SDM di RPH yang ada dengan membenahi sarana dan prasarana yang ada, kami memiliki 11 RPH dan yang punya potensi besar untuk mensupport penerimaan PAD  ada 3 RPH, yaitu RPH Bangkalan, RPH Arosbaya dan RPH Tahan Merah. dan. RPH yang  dominan saat ini adalah RPH Arosbaya, RPH Tanah Merah dan RPH Kwanyar. untuk RPH Bangkalan saat ini kalah potensi dengan 3 RPH itu,”. tuturnya.

pada akhir tahun 2020 ini, pencapaian target PAD Dinas Peternakan sudah mencapai 100 persen bahkan ada yang melebihi target. “Secara keseluruhan baik itu retrebusi rumah potong hewan maupun pelayanan kesehatan hewan yang berbayar PAD-nya sudah diatas 100 persen bahkan ada  melampaui target, agar pada akhir tahun nanti pelampauan lebih banyak lagi kami terus memaksimalkan petugas yang ada dilapangan,” katanya..

Didalam memandirikan peternak, dinas peternakan kabupaten Bangkalan terus memberikan pembinaan kepada peternak secara intensif. “Kita memfasilitasi cara beternak dalam hal pengolahan dan pemasaran hasil peternakannya, dan itu sudah ada contoh dari peternak-peternak binaan yang sudah mulai mandiri seperti kelompok tani di desa Pettong  kecamatan Tanah Merah, kelompok tani di desa Arosbaya, termasuk kelompok kelompok binaan di kecamatan Blega dan kecamatan Modung. kami sudah memfasilitasi dengan sarana dan prasarana pendukung, bagaimana mereka bisa memaksimalkan ternaknya dengan baik dan bisa  memasarkan ternaknya secara syar,i dan memanfaatkan tehnologi digital. karena kelompok kelompok ini dikelola oleh peternak–peternak Millenial,” ujarnya..

pemberian bantuan Alat Pelindung diri kepada pelaku usaha Peternakan

Saat ini kata Hafid, Dinas Peternakan kabupaten bangkalan lebih memfokuskan kepada pemberdayaan, pembudi dayaan, dan pembinaan.  “Akan tetapi di masa pandemi ini karena banyak anggaran anggaran yang direkofucing, maka kami memaksimalkan anggaran yang ada dan,kami tidak bisa secara maksimal seperti pada tahun tahun sebelumnya, tapi kami tetap  mempunyai tanggung jawab moril, untuk memajukan peternakan yang ada di kabupaten Bangkalan ini,” urainya..


Pada  tahun 2020 Dinas Peternakan kabupaten Bangkalan melaksanakan program yang sejalan dengan intruksi dari presiden RI Jokowi yaitu pemulihan ekonomi nasional  “Pak bupati melakukan pemulihan ekonomi daerah. komitmen di  sektor ekonomi usaha peternakan, dalam hal ini pak bupati telah menyalurkan bansos bibit itik untuk para peternak ada 30 peternak yang lolos verifikasi dan kurang lebih 3 ribu ekor bibit itik beserta pakan, kami juga menyalurkan bansos kambing kepada 18 poktan yang telah lolos verifikasi yang tersebar di kabupaten bangkalan ada 90 ekor kambing, dimana  per kelompok mendapat 5 ekor kambing serta bantuan,ayam petelur kepada 30 peternak ayam petelur, mereka mendapat 20 ekor ayam/peternak jumlahnya  ada   600 ayam petelur yang siap telur dan bantuan alat pelindung diri kepada usaha peternakan, usaha daging, yang paling terdampak  covid-19, ada 90 pelaku usaha peternakan yang dibantu  alat pelindung diri,” paparnya.

Sementara untuk anggaran tahun 2021 kata Hafid, Dinas Peternakan tetap akan melanjutkan program-program Peternakan tahun 2020 SATgas PeTasan yaitu satuan tugas terpadu yang berfungsi dalam pengendalian, pemantauan dan pengawasan peternakan untuk menjamin penyelenggaraan pembangunan peternakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta program Serasih Pejagal yaitu pengawalan produksi daging dan olahan peternakan secara Syar,i dan ASUH yang bekerjasama dengan MUI melalui kegiatan sertifikasi halal petugas jagal. juga Smart KOE yaitu perangkat komunikasi yang informatif sebagai media untuk mempermudah dan mempercepat aktifitas pelayanan peternakan melalui perangkat Smart KOE (Semangat kerja untuk kau dan Akoe). “Semua program-perogram  itu  tetap akan kami lakukan dengan segala keterbatasan yang ada, karena rupa rupa-nya pada tahun 2021  masih masa pandemi,” pungkasnya. (hib/shb/*)