Dinas PRKP Bangkalan Tengah Lakukan Pencarian Sumber Mata Air Di Daerah Rawan Air Bersih

Masyarakat desa Larangan Glintong pada saat melakukan pipanisasi beberapa waktu lalu

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Menindak lanjuti keinginan Bupati Bangkalan, R Abd Latif Amin Imron, untuk membuat sumur bor agar desa rawan air bersih tidak selalu di droping air bersih pada saat musim kemarau, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) kabupaten Bangkalan tengah berupaya mencari sumber mata air di daerah rawan air bersih. “Didalam mencari mata air di daerah rawan air bersih ini, kita berpedoman pada peta cekungan air tanah (PCA),” .kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) kabupaten Bangkalan, Ir Ishak Sudibyo melalui Kabid Penyehatan Lingkungan dan Air Minum, Rizal Mardiansyah, ST. MT, Jum,at (02/10/2020)

Dikatakan dia, berdasarkan PCA itu, memang ada desa di daerah rawan air bersih yang memang tidak ada mata airnya. “Dilihat dari PCA ada daerah atau desa yang memang tidak ada sumber mata air-nya,” jelas Rizal sapaan akrabnya . Kabid Penyehatan Lingkungan dan Air Minum Dinas PRKP Bangkalan ini.

Dijelaskan Rizal, didalam melakukan pencarian sumber mata air, pihaknya membagi daerah menjadi dua zona yaitu zona merah dan zona kuning. “Kalau daerah yang masuk zona merah itu memang sama sekali tidak ada sumber mata air-nya, kalau yang zona kuning, mata airnya ada, tapi debit airnya kecil atau airnya payau,” terangnya..      

Dari pemetaan yang dilakukan kata Rizal, di kabupaten Bangkalan ada daerah yang masuk pada zona merah dan ada daerah yang masuk pada zona kuning. “Kecamatan Konang, kecamatan kokop sebagian, Klampis sebagian dan sebagian kecamatan Blega masuk zona merah,” tuturnya.


Ditambahkan Rizal, pada tahun 2019 lalu, dnas PRKP memberikan bantuan  sarana dan prasarana air bersih berupa pipanisasi kepada desa yang telah ada sumur bor-nya seperti di desa Larangan Glintong kecamatan Klampis. “Untuk di desa Larangan Glintong itu kita meneruskan dari Program Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT) dari Dinas Pertambangan yang saat ini Dinas itu sudah tidak ada,” tuturnya.

Sekretaris Desa Larangan Glintong, Miskun mengatakan, dengan adanya bantuan pipanisasi dari dinas PRKP itu, air dari sumur bor itu sudah bisa dialirkan kepada msyarakat dan saat ini sebanyak 170 kepala Kelaurga (KK) sudah bisa menikmati air bersih. “Ya sekarang kita sudah tidak dapat droping air bersih lagi, karena warga sudah tidak kesulitan air meskipun pada musim kemarau seperti sekarang ini,” pungkasnya. (hib/shb)