Dzurriyah Syaikhona Kholil Dukung Pengusulan Gelar Pahlawan Kepada Syaikona Kholil

Cicit Syaikhona Kholil, R Abd Latif Amin Imron saat menjadi nara sumber dalam Webinar Nasional

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Salah seorang Dzurriyah Syaikhona Kholil Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron sangat mendukung atas pengusulan gelar pahlawan kepada Syaikhona Kholil. “Saya Sebagai Bupati Bangkalan dan secara pribadi saya sangat mendukung atas pengusulan Syaikhona Kholil sebagai Pahlawan Nasional. Dukungan ini bukan semata-mata  karena saya  sebagai bagian dari dzurriyah beliau, melainkan juga didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan,” kata Ra Latif yang merupakan Cicit Syaikhona Kholil saat menjadi pembicara dalam webinar Nasional Yang digelar oleh IMABA Malang Raya, Kamis (18/02/2021)

Dalam Webinar dengan tema Refleksi sejarah syaikhona Kholil sebagai guru dan para Guru itu, Ra Latif menjelaskan, pertimbangan –pertimbangan itu antara lain; . Syaikhona Kholil merupakan ulama besar (waliyullah) yang telah berhasil membimbing dan membina  para santrinya dan masyarakat umum untuk cinta tanah air dengan semangat keimanan yang kuat, bahwa membela tanah air merupakan bagian dari bukti keimanan kepada Allah SWT.

Selain itu kata Ra Latif, dari bimbingan dan bina’an syaikhona Kholil, telah lahir tokoh-tokoh dan ulama-ulama  besar yang tidak hanya sekedar mengajari pelajaran agama, tetapi juga mengajari dan menjadi pelopor perjuangan kemerdekaan NKRI dari tangan penjajah, bahkan diantaranya sudah dikokohkan sebagai pahlawan nasional, diantaranya ; alm. KH. Hasyim Asyari, KH. Wahab Hasbullah, dan KH. As’ad Syamsul Arifin.

Dikatakan Ra Latif,  Syaikhona kholil menjadi penentu kelahiran Jamiyah NU, yang kiprahnya tidak perlu diragukan lagi bagi bangsa dan negara, baik mulai sebelum kemerdekaan, pada saat perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, pada masa  orde lama, orde baru, sampai pada masa reformasi saat ini.  “Kiprah NU yang di jiwai dengan spiritualitas syaikhona kholil tidak perlu diragukan lagi konrtibusinya untuk bangsa dan negara,” terangnya.

Pertimbangan lainnya kata Ra latif,  Syaikhona kholil menjadi guru dan jujukan dari tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan RI saat itu. “Bahkan Soekarno kecil waktu itu juga tidak luput dari ‘gemblengan’ dari beliau.  dan tentu masih banyak kiprah dan perjuangan beliau yang telah didekasikan untuk ummat, bangsa dan negara, yang tidak mungkin bisa disampaikan secara terperinci melalui forum ini,” katanya.


Oleh sebab itu, berdasarkan pertimbangan-pertimbanagn itu,  dan pertimbangan-pertimbangan  lainnya yang mungkin juga nanti akan disampaikan oleh para nara sumber, menurutnya, sudah cukup. “Saya rasa sudah cukup layak dan menjadi kewajiban negara untuk memberikan penghormatan dan menganugerahkan gelar kehormatan sebagai pahlawan nasional. Sebagai bagian dari usaha pemenuhan persyaratan dan prosedur sebagaimana diatur dalam peratura  perundang-undangan,” tuturnya.

Disamping itu kata Ra Latif,  pemerintah kabupaten Bangkalan telah membentuk tim, untuk melakukan kajian dan seminar, yang selanjutnya telah mengirimkan proposal pengajuan pahlawan nasional kepada pemerintah pusat (kementerian sosial), melalui pemerintah propinsi jawa timur. “Besar harapan saya, semoga penghormatan dan penganugerahan tersebut bisa dilakukan pada HUT NKRI tahun 2021 ini. Walaupun saya yakin beliau tidak mengharapkan penghormatan itu, tetapi ini menjadi kewajiban kita semua dan negara untuk menganugerahkan penghormatan berupa pemberian gelar sebagai pahlawan nasional ini, sebagai rasa syukur sekaligus sebagai teladan dalam berbakti dan berjuang untuk kemanusiaan, bangsa dan negara,” pungkasnya. (hib/shb)