Gara-Gara Virus Corona, Ratusan Jema’ah Umroh Kabupaten Bangkalan Gagal Berangkat Ke Tanah Suci

jema,ah umroh yang gagal berangkat

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Kebijakan pemerintah Arab Saudi yang melarang sementara warga negara asing masuk ke Arab Saudi untuk mengantisipasi penyebaran  penyebaran virus Corona menyebabkan puluhan jema,ah umroh di kabupaten Bangkalan ditunda keberangkatannya.” Seharusnya saya berangkat pada tanggal 28 Februari pukul 06.00 WIB namun sehari sebelum keberangkatan, saya dihubungi oleh agen travel umroh PT. GDI bahwa pemberangkatan tanggal 28 februari ditunda, saya kaget, pemberitahuannya itu pukul 22.00 WIB padahal rencananya pukul 03.00 wib dini hari, saya beserta dua keluarga lain yang akan melaksanakan ibadah umroh akan berangkat menuju bandara, pukul 06.00 wib pagi baru kita berangkat menuju Jedah,” kata salah seorang calon Peserta ibadah umroh, Fitria, (41) warga jalan KH. Moh Yasin kelurahan Kemayoran kabupaten Bangkalan, Senin (02/03/2020)

Dikatakan dia, beberapa hari sebelum jadwal keberangkatan, dirinya merasa malu atas adanya pembatalan itu, apalagi dirinya telah mengadakan tasyakuran dan mengundang orang-orang di kompleks tempat tinggalnya. Barang yang dijadikan buah tangan untuk para tamu pasca umroh juga telah tersedia. “Tasyakuran sudah kemarin tanggal 23 Februari, buah tangan untuk para tamu juga sudah siap kan biasanya memang ada buah tangan ya bagi tamu yang datang pas kita pulang umroh, ya bagaimana kan saya juga merasa malu sudah pamitan dengan keluarga, dengan teman-teman juga” jelasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan, Abd. Haris HS ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pembatalan sementara para calon jemaah umroh tersebut. “Penyetopan ini karena adanya virus Corona yang dikhawatirkan akan masuk ke Arab Saudi sehingga visa yang masuk, ini seluruh kunjungan ke Arab Saudi jadi tidak tidak hanya jema,ah umroh, tapi  semua kunjungan jadi Jemaah umroh ikutan katut,” jelasnya.

Akibat pemberhentian sementara karena virus Corona itu kata dia, puluhan hingga ratusan orang calon jamaah umroh asal Kabupaten Bangkalan terancam gagal berangkat menuju tanah suci Makah, Arab Saudi.

Menurut Haris, dengan adanya pembatalan ini, mengenai biaya umroh yang masuk, pihaknya belum bisa memastikan karena masih melakukan upaya permohonan agar tidak terkena pinalti sehingga uang yang telah dibayarkan tidak terpotong dan berkurang.”Menteri Agama mengupayakan hal itu melalui duta besar, apalagi kan ini bukan kesalahan jema’ah atau kami Negara Indonesia, ini kan bencana atau kejadian diluar dugaan,” pungkasnya. (ver/shb).