Hama Keong Mas Serang Sawah Petani

 

Bangkalan,Maduranewsmedia.com– ratusan hektar sawah petani di kampung Karang Anyar, karang Bimas dan kampung Telaga Nangka desa Burneh kecamatan Burneh kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur diserang hama keong emas. Akibat serangan hama keong mas itu, benih padi yang baru ditanam habis dimakan hama. Untuk menyelamatkan tanaman padi yang masih berumur 15 hari itu, para petani mengambil satu persatu keong mas yang jumlah ribuan itu dari sawah mereka. “Ya kalau tidak diambil keongnya ini, bisa habis tanaman padi saya ini,” kata petani kampung karang anyar, H Mat Ra,i, Minggu (03/05/2015).

Dikatakan H Mat Ra,i, para petani tidak mempunyia car lain untuk memberantas hama keong mas ini. “Harus diberi obat pembasmi hama apa ? wong sore hari diambil, dana pada pagi harinya sudah banyak lagi keong-keong ini,” kata H Mat Ra,i dengan nada frustasi.

Tidak hanya H Mat Ra,i para petanui lainnya, Martole  dikampung itu juga setiap pagi dan sore harus berjibaku memunguti keong mas yang memakan tanaman padi mereka. “Saya juga bingung dari mana datangnya keong-keong ini, kok banyak sekali. Tuh bapak-bapak bisa lihat di pematang sawah, karung itu bukan pupuk tapi keong itu,” kata Martole sambil menunjukkan tumpukan karung berisi keong yang ada di pematang sawah petani.

Sampai saat ini para petani juga kebingungan untuk mengatasi hama keong mas yang menyerang tanaman padi mereka. “Saya harap ada perhatian dari pemerintah untuk memberantas hama keong ini,” kata Rianti petani lainnya.

Kepala Dinas pertanian dan Peternakan kabupaten Bangkalan, Ir Abd Razak dikonfirmasi melalui Kasi Perlindungan Pangan, Kusaeri membenarkan jika ada lahan petani di desa Burneh terserang hama keong mas. “Iya kami memang mendapat laporan dari salah satu warga mengenai adanya hama keong mas yang menyerang tanaman petani,” kata Kus panggilan akrabnya Kusaeri

Dikatakan Kus, setelah mendengar laporan itu, pihaknya langsung turung ke lapangan untuk memastikan jenis keong yang menyerang tanaman petani di desa Burneh itu. “hasilnya, memang benar ditemukan keong mas menyerang tanaman dan kami masih belum tahu keong tersebut datangnya darimana, kami masih melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Dijelaskan Kusaeri,  selama ini di kabupaten bangkalan hanya terjadi dua kali penyerangan hama keong mas. pertama pada 2011 di desa kramat. dan saat ini di desa Burneh, “Kita  akan melakukan langkah-langkah pencegahan dalam waktu dekat ini, salah satunya yaitu dengan melakukan penyemprotan ke tanaman yang ada disekitar lahan itu,” pungkasnya. (hib/shb).

 

iklan 100x100