HEADLINEPENDIDIKANPERISTIWATERKINI

Hari Kedua DJD STIUDA Undang Ketua PWI Bangkalan Sebagai Pemateri

Bangkalan,maduranewsmedia- Pada hari Kedua dari pelaksanaan  Diklat jurnalistik dasar (DJD) yang digelar oleh lembaga pers mahasiswa iqro’ (LPM IQRO’) sekolah tinggi ilmu Ushuluddin Darussalam (STIUDA) Bangkalan ini, panitia menghadirkan Ketua PWI Bangkalan, Moh Amin S. Ag M. i. Kom untuk memberikan materi tehnik wawancara dan tehnik penulisan berita kepada peserta DJD. “Alhamdulillah sampai hari kedua ini peserta DID masih tetap semangat dan antusias, dan pada hari kedua ini kita undang ketua PWI bangkalan untuk menyampaikan materi Jurnalistik,” kata ketua Panitia Pelaksana DJD, Nurul Yaqin disela sela acara yang dilaksanakan  di gedung aula pondok pesantren Darussholat pusat an-Nawawiyah (PPDA), Selasa (07/12/2021)

Dikatakan Nurul Yaqin, peserta dari DJD yang digelar oleh lembaga pers mahasiswa iqro’ (LPM IQRO’) terdiri mahasiswa baru dan juga ada mahasiswa lama. “Kita ingin meningkatkan pengetahuan mahasiswa terhadap ilmu junalistik,” jelasnya.

Pada saat menyampaikan materi, Amin sapaan akrabnya Pemateri yang juga mantan ketua komunitas wartawan bangkalan (KWB) pada tahun 2004-2005 itu sangat aktif dan komunikatif dengan para peserta sehingga membuat semua peserta sangat antusias dan semangat dalam menyimak setiap materi yang disampaikan.

Salah seorang peserta DJD, Khoirul Anam  menuturkan pada pelatihan jurnalistik dasar hari ke-II ini peserta banyak meperoleh ilmu dan pengalaman serta kesan dalam mengikuti DJD ini.”Pembelajarannya menyenangkan apalagi pematerinya aktif serta banyak menceritakan pengalamannya, banyak ilmu yang kami dapat dalam DJD ini.” tutur Khoirul Anam

Khorul Anam mengaku puas dengan pelaksanaan Diklat Jurnalistik Dasar yang digelar oleh LP Iqro’ ini. “Pokoknya Mantap banget lah, saya ucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana yang  sudah mengadakan acara ini.” katanya.

Peserta DJD lainnya, Makrumun Jalil mengatakan, materi yang di sampaikan oleh pemeteri tidak membosankan dan mudah dimengerti. “Kalau untuk kesan pematerinya seru, pematerinya tidak membosankan cara menyampaikan materi juga mudah difahami,” pungkasnya.(edi/shb)