Hari Pertama Pelaksanaan PTM Di Masa Pandemi Covid-19 Tingkat SMA Dan SMK, Di Bangkalan Berlangsung Tertib

Siswa SMKN-2 Bangkalan saat PTM pada Hari Pertama

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat SMA dan SMK di kabupaten Bangkalan pada hari pertama berlangsung tertib. “Alhamdulillah pada hari pertama ini pelaksanaan PTM berlangsung tertib, semua siswa yang masuk mematuhi protokol kesehatan seperti meakai masker, mencuvi tangan dan menjaga jarak,” kata Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan wilayah Bangkalan, Nahtim Kasi usai melaksanakan Sidak di Sejumlah SMK, Senin (16/11/2020).

Dikatakan dia, Pembelajaran tatap muka pada masa pandemicovid-19 ini tidak sama dengan pelaksanaan belajar pada masa sebelum pandemi Covid-19. “Pada masa Pandemi covid 19 ini, siswa belajarnya hanya 4 jam bidang study, dimulai dari pukul 07,.00 wib hingga pukul 11.00 wib.  tidak ada jam istirahat. kalau pada hari normal biasanya siswa belajar 8 hingga 9 jam,” jelas Nahtim sapaan akrabnya Kasi SMK Cabang Dinas pendidikan Wilayah Bangkalan ini.   

Dijelaskan Nahti, begitu juga dengan jumlah siswa yang masuk hanya 50 persen dari jumlah seluruh siswa. “Seperti Di SMKN  2, jumlah siswanya 1.000  pada PTM di masa pandemi ini yang masuk hanya 500..siswa, sisa-nya yang tidak masuk PTM belajar dengan cara daring, dan untuk PTM ini masuknya Gantian. sesuai dengan absen,” terangnya..

Ditambahkan Nahtim, PTM di masa pandemi Covid-19 ini akan dievaluasi setelah berlangsung selama 2 minggu. akan tetapi ketika dalam perjalanan uji coba PTM ini ditemukan kasus Covid-19, maka sekolah yang ditemukan kasus itu akan langsung distop. “Kalau terjadi kasus Covid-19 di satu sekolah, misalnya ada temuan kasus, maka langsung distop PTM di sekolah itu saja tidak semua sekolah. namun protokol kesehatan akan diperketa,”tuturnya.

Dalam sidak yang dilakukan di sejumlah SMK itu kata Nahti, pihaknya mendapat curhatan dari siswa, bahwa mereka lebih senang belajar tatap muka daripada belajar secara Daring. “Rata-rata siswa lebih suka belajar tatap muka,” katarnya.  


sementara itu, Indatul Fadilah siswi kelas XI, SMKN 2 Bangkalan mengaku lebih senang  belajar di sekolah.” Saya Lebih senang belajar di sekolah atau tatap muka daripada belajar daring, kalau belajar daring kadang sulit untuk menangkap mata pelajaran,” katanya.

Siswi asal kecamatan Tragah ini membawa masker sendiri dari rumah. “Kalau masker ada yang di kasih sekolah ada yang beli sendiri, kalau saya bawa sendiri dari rumah,” pungkasnya. (hib/shb)