Himpunan Mahasiswa Madura Surabaya Gelar Aksi Solidaritas Untuk Guru Budi

mahasiswa saat aksi untuk guru budi

Surabaya,maduranewsmedia.com – Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Madura di Surabaya, menggelar aksi solidaritas untuk guru SMKN-1 Torjun Ahmad Budi Cahyanto yang tewas karena dianiaya muridnya, MH. Para Mahsiswa itu melakukan aksi di jalan raya manyar- nginden. “Ini aksi solidaritas untuk pahalawan, pejuang dan guru kita. Duka guru budi duka kita semua, hari ini dunia pendidikan kita sedang tidak baik baik saja,” kata Koorlap  aksi Oktavian I. J , Rabu (14/2/2018).

Aksi yang diprakarsai oleh Himpunan Mahasiswa Madura Surabaya tersebut diikuti dari berbagai elemen mahasiswa seperti Forum Komunikasi Mahasiswa Ponorogo (FKMP), Forum Komunikasi Mahasiswa Mojokerto (FKMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Untag Surabaya Pro-Rakyat (Kamus-PR) Asosiasi Pelajar Mahasiswa Indonesia (APMI) Surabaya. Selain itu aksi juga diikuti beberapa relawan sekitar.

Dalam aksi solidaritas untuk guru budi tersebut mahasiswa membentangkan berbagai poster. Di antara poster yang mereka bentangkan  bertuliskan ‘Pray for guru honorer’,’Bagi kami, jiwa guru Budi masih hidup’,’pray for pendidikan indonesia’ dan beberapa poster lainnya.

Ahmad Budi Cahyanto, merupakan guru honorer yang mengajar materi melukis, di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Kamis (1/2/2018). Di ruang kelas, pelaku MH, ramai dan mengganggu teman lainnya dengan mencoret-coret lukisan teman lainnya. Guru mata pelajaran Seni Rupa itu kemudian, mengingatkan siswa MH untuk tidak ramai dan mengganggu teman-temannya, tapi tidak dihiraukan. Malah siswa nakal ini semakin menjadi-jadi mengganggu teman lainnya.

Pada saat itu guru budi kemudian mendatangi dan mencoret pipi MH dengan cat lukis. Tapi siswa itu tidak terima dan menganiaya sang guru. Kemudian, korban dibawa ke ruang guru. Oleh kepala sekolah, korban dipersilahkan pulang duluan. Tiba di rumah, korban langsung tidur, karena mengeluh sakit pada lehernya. Korban akhirnya dilarikan ke RSU dr Soetomo Surabaya oleh keluarganya. Sekitar pukul 21.40 wib, kepala sekolah SMAN 1 Torjun menyampaikan kabar duka, bahwa guru seni rupa itu meninggal dunia karena mengalami MBA (Mati Batang Otak).(oby/shb)

iklan 100x100