Informasi Penundaan Pelaksanaan Ibadah Haji Tahun 2020 Yang Viral Di Medsos Hoax

Kasi Penyelenggaraan haji dan Umroh, Wafir

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Kantor Kementerian agama (Kemenag) kabupaten Bangkalan menegaskan, bahwa adanya informasi penundaan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 yang viral di Media sosial (Medsos) Hoax. “Informasi-informasi yang beredar di medsos itu hoax, sampai saat ini belum ada surat resmi dari Kerajaan Arab Saudi yang menyatakan bahwa tidak ada penundaan penyelenggaraan haji,  tidak ada,” kata Kepala Kantor Kementerian agama kabupaten Bangkalan, Abd Haris melalui Kasi penyelenggaraan Haji dan Umroh, Wafir, Selasa (14/04/2020).

Dikatakan dia, untuk proses penyelenggaraan ibadah haji tahu 2020 tetap berjalan. “Untuk pelaksanaan haji tahun ini untuk sementara tetap jalan, persiapan persiapan terkait dengan penyelenggaraan haji tahun 2020 masih jalan sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan, sambil menunggu informasi lebih lanjut,” jelas Wafir.

Dijelaskan Wafir, saat ini Kemenag kabupaten Bangkalan fokus terhadap pelunasan Biaya Perjalanan ibadah Haji (BPIH). “Untuk pelunasan BPIH dimulai sejak tanggal 19 Maret hingga nanti tanggal  30 April 2020, dan sampai saat ini Calon Jema,ah haji yang sudah melunasi perhari hari jum,at tanggal 10 Maret sudah 372 CJH dari 720 CJH ya sudah 60 persen lah,” terangnya.

Kalau ada CJH yang tidak bisa melunasi hingga batas waktu yang telah ditentukan kata Wafir, maka Kemenag bangkalan akan memberlakukan dua opsi. “Ada dua kemungkinan, bisa ditunda keberangkatan CJH itu juga bisa ada faktor lain,” tuturnya.

Ditambahkan Wafir, untuk pelunas BPIH ini, CJH tidak perlu datang ke bank.  “Sekarang sistem pelunasan BPHI itu non Teller, artinya masyarakat tidak usah datang ke bank untuk melakukan pelunasan, CJH cukup melunasi dari rumah buka aplikasi my banking dari BPS masing masing,” katanya.

Setoran BPIH yang harus  dilunasi CJH itu kata Wafir,  sekitar Rp 12 juta lebih. “Untuk reguler BPIH-nya Rp 37,577,602, sehingga kalau dihitung dengan setoran awal jema’ah haji, maka CJH   hanya menambah Rp 12,6 juta  sekian,” ujarnya.

Persiapan-persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 di kemenang bangkalan sudah dilkasnakan semuanya. “Untuk dokumentasi seperti pasport dan sebagainya sudah selesai tinggal pelunasan ini, dan pelaksanaan manasik akan dilaksanakan setelah pelunasan diperkirakan setelah bulan romadan, itupun akan dilaksanakan secara online  sesuai petunjuk dari Kemenag pusat. ya saya berharap mudah mudahan CJH Bangkalan 100 persen lunas dan bisa berangkat ke tanah suci Makkah,” pungkasnya.(hib/shb)