Ini Kata Kadis Pertanian Terkait Adanya Jagung Yang Dipanen Muda, Daunnya Untuk Pakan Ternak

Petani jagung saat menjual tanaman jagungnya yang sudah berumur 40 hari untuk pakan ternak.

Bangkalan, maduranewsmedia.com– Pada musim kemarau seperti sekarang ini, para peternak kesulitan untuk mencari rumput sebagai pakan ternak mereka. Biasa kondisi sulit seperti biasanya dimanfaatkan oleh para petani jagung dengan memanen jagung muda dan daunnya dijual kepada peternak. “Ya teman-teman peternak tidak harus seperti itu (memanen jagung muda), dipanen tua saja, nanti daunnya bisa kita olah sebagai  pakan ternak,” kata Kepala Dinas Pertanaian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan kabupaten Bangkalan, Puguh Santoso, Ahad (10/11/2019).

Dikatakan dia, meskipun jagung dipanen tua, akan tetapi daunnya masih bisa dipakai  untuk pakan ternak. “Daun jagung kita jadikan olahan pakan ternak, jadi daun-daunnya jagung yang sudah tua itu masih bisa gunakan untuk pakan ternak dengan cara diolah terlebih dahulu,” jelas Puguh panggilan akrabnya Puguh Santoso.

Dijelaskan Puguh, meskipun para petani melakukan panen jagung muda tida ada masaih yang penting masih memiliki  ilai ekonomi.  “kalau di panen  muda ngak apa-apa, tetapi harus memiliki  nilai ekonomisnya tetap tinggi, ya kita jual jagung bakar, jagung rebus, jagung sayur dan xsebagainya daunnya bisa kita gunakan sebagai pakan ternak yang peting nilai ekonomisya tetap tinggi,” terang puguh.

Ditambahkan Puguh, saat ini produksi jagung di kabupaten bangkalan 2,3 ton/hektar. “ Produksi jagung  kita  2,3 ton/hektar. Sedangkan  kebutuhan jagung 30 persen dikonsumsi, dan 70 persen rata rata dijual,” pungkasnya. (hib/shb

)