Inilah Alasannya Kenapa Pembukaan Pameran Pekan Raya Bangkalan Ditunda

Arena Pameran PRB di Desa Baengas labang
Arena Pameran PRB di Desa Baengas labang

Bangkalan, Maduranewsmedia.com– Karena digelar diatas lahan Sitaan KPK atas kasus TPPU dengan Terdakwah Fuad Amin di desa Baengas kecamatan Labang kabupaten Bangkalan, pelaksanaan Pameran Pekan Raya Bangkalan (PRB) ditunda. Pembukaan Pameran yang direncanakan akan dibuka pada pukul 14.00 wib oleh Bupati Bangkalan, RK Muhammad Makmun Ibnu Fuad, namun pelaksanaan pembukaan acara molor hingga pukul 15.00 wib. Ketika waktu meunjukkan pukul 15.30 wib, rombongan anggota Forpinda kabupaten bangkalan tiba dilokasi acara, namun mereka tidak langsung memasuki tempat acara, tapi mereka nampak masih bernegosiasi tentang pembukaan acara tersebut.

Tepat pukul 15.45 wib, bupati bangkalan RK Muhamammad Makmun Ibnu Fuad naik ke atas pangung bersama forpinda. Orang nomor stau dilingkungan pemkab bangakala itu langsung engmabil mikrofon dan mengumumkan bahwa pembukaan acara pameran pekan raya Bangkalan ditunda. “Acara Pameran ini ditunda bukan dibatalkan,” kara Ra Momon panggilan akrabnya Bupati bangkalan itu, Senin (24/08/2015).

Dijelaskan dia, ditundanya pameran tersebut karena sampai saat ini panitia belum memperoleh ijin dari Pengadilan negeri jakarta. “Tanah ini masih dalam proses hukum sehingga ada kekurangan-kekurangan yang harus ditulis secara tertulis, dari 3 hari yang lalu kami sudah berusaha mengurus surat ijin ke pengadilan negeri pusat. Karena kami menghormati poses hukum dan aturan hukum, maka kegiatan pembukaan pameran hari ini kami tunda, dan  akan dilaksanakan secepat dan sesegera mungkin, sambil menunggu surat dari pengadilan negeri jakarta. Jadi Panitia jangan kecil hati, kegiatan ini ditunda bukan dibatalkan,” jelanya.

Lebih lanjut Ra  Momon menjelaskan, digelarnya PRB di lahan tersebut  untuk merespon keinginan masyarakat kecamatan Labang. “Awalnya itu ada keinginan dari masyarakat labang untuk mengadakan kegiataan disini (lahan yang disita Red), karena selama ini warga yang dari luar kota yang berkunjung ke Bangkalan langsung ke kota saja, sehingga kecamatan labang, khususnya desa Baengas hanya dilewati saja, masyarakat mengusulkan ke saya, dan pemkab merespon usulan masyarakat ini, maka dimasukkan kegiatan ini ke rangkaian 17 agustusa,” terangnya.

Namun kata Ra Momon  keinginan masyrakat kecamatan Labang untuk mempromosikan hasil kerajinan daerahnya ada hambatan. “Intinya masyarakat sangat antusias, pemkab juga sangat antusias menyambut kegiatan,” paparnya.

Padahal kata Ra Momon, panitia sudah berjanji tidak akan merubah bentuk  dari lahan yang disita KPK itu dan juga panitia telah berjanji akan membersihkan lahan itu, karena lahan  lain yang ada disekitar jalan akses Suramadu tidak layak untuk ditempati sebagai tempat opameran PRB “Kami akan sesegera mungkin untuk mengurus ijinnya turun, sekarang ada orang saya yang tengah mengurus di Jakarta,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan, AKBP Windanto Pratomo mengatakan, karena memang ijinnya belum turun, maka  Polres Bangkalan juga tidak bernai untuk memberikan ijin. “Jadwalnya memang jam 2 dibuka, karena belum ada ijin, maka diambil keputusan ditunda sampai menunggu ijinnya turun dari Pengadilan Negeri jakarta,” katanya.

Acara Pembukaan pameranb PRB yang sudah dirancang itu menjadi amburadul, padahal semua persiapan telah dilaksanakan termasuk karnaval dan tarian yang dipersiapkan untuk menyambut kedantangan Bupati Bangkalan diarena pameran menjadi sia-sia.

Bahkan para peserta yang sebelumnya juga sudah standbay di stand pameran menjadi tidak semangat, meskipun setelah mengumumkan acara penundaan, bupati masih menyempatkan diri untuk melakukan peninjauan. (hib/shb)