Inilah Sejumlah Keajaiban Dari Sumur Peninggalan Syaikhona Kholil

sumur peninggalan Syaikhona Kholil di Dusun Kangenan Timur desa Langkap

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Sumur peninggalan Syikona Kholil di dusun Kangenan Timur Desa Langkap kecamatan Burneh kabupaten bangkalan ternyata mempunyai sejumlah keajaiban-keajaiban, salah satu keajaiban sumur peninggalan Syaikhona Kholil itu adalah, kalau orang tidak pernah sembahnyang, maka ketika orang tersebut melihat ke dalam sumur itu air sumur akan berubah menjadi merah seperti darah. “Ini salah satu cerita tentang keajaiban sumur peninggalan Syakhona Kholil,” kata Drs Syamsuddin warga setempat, Sabtu (05/12/2019).

Selain itu kata Syamsuddin, cerita keajaiban-keaiajiban sumur peninggalan Syaikhon Kholil ini adalah airnya bisa menyembuhkan penyakit.”Sumur peninggalan Syaichona Kholil ini juga di percaya bisa menyembuhkan penyakit Hernia, dan bisa membantu orang yang sulit melahirkan,” jelas Syamsuddin yang juga Kepala SDN di kecamatan Burneh.

Dijelaskan Syamsuddin, asal mulanya Syaikhona Kholil membangun sumur di dusun Kangenan Timur desa Langkap itu berawal ketika Syaikhona Kholil menempatkan seorang perempuan yang bernama Nyai Hindun di dusun tersebut. “Saya ngak tahu apakah Nyai hindun ini isterinya Syaikhona Kholil atau bukan,” terangnya.

Nah setiap seminggu sekali, kata Samsuddin Syaikhona Kholil datang menjenguk perempuan yang di ditempatkan di dusun tersebut. “Setiap hari Jum,at Syaikhona datang menjengguk Nyai Hindun, karena merasa butuh air, kemudian Syaikhona Kholil membuat sumur,” tuturnya.

Warga dusun Kangenan Timur  lainnya Burhan menyatakan, sejak tahun 1970, sumur peninggalan Syikhona Kholil tersebut tidak dipakai lagi dan pada tahun 1992 dilakukan pemugaran dan perbaikan sumur tersebut. “Setelah di pugar dan diperbiki pada tahun 1992, sumur itu sekarang berfungsi lagi, dan banyak masyarakat yang mengunjungi sumur ini,” kata Burhan.

Ditambahkan Burhan, masyrakat yang berkunjung ke sumur peninggalan Syaikhona kholil datang dari berbagai daerah. “Yang berkunjung ke sumur peninggalan Syaikhona Kholil ini banyak ada yang dari Banyuates kabupaten Sampang, dari  kecamatan Sepulu bangkalan, desa Petapan,  ada juga yang dari pasuruan dan daerah lainnya,” pungkas Burhan. (hib/shb)