Jelang Romadhan, Gas Elpiji Melon Di Kabupaten Bangkalan Mulai Langka

; H Imron pengecer gas elpiji. Melon saat menata tabung gas yang masih kosong
; H Imron pengecer gas elpiji. Melon saat menata tabung gas yang masih kosong

Bangkalan, Maduranewsmedia.com– Gas Elpiji melon  di kabupaten mulai langka, sejumlah pengecer sudah 3 hari terakhir ini tidak menerima pasokan gas elpiji dari agen, akibat lambatnya pasokan itu, tabung gas elpiji kosong menumpuk di tokonya. “Memang tidak ada. Kenaikan harga, tapi pengirimannya lambat, ini sudah tiga hari kami ngak dikirim,” kata Pengecer Gas Elpiji H Imron, Kamis (04/06/2015)

Dijelaskan dia, sejak pengiriman gas elpiji melon  ke tokonya lambat, dirinya sering menerima  komplain oleh pelanggan-pelangganya. “Ya jelas banyak pelanggan saya yang mengeluh, kalau gas Elpiji yang non subsisdi normal, kalau yang gas melon yang masih disubsidi pemerintah kok lambat, ada apa ini, ” kata H  imron pemilik toko Kembang di jalan RE Matadinata ini.

Terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten  Bangkalan, Puguh Santoso, ketika dikonfirmasi belum bisa menjelaskan penyebab lambatnya pasokan gas melon ke pengecer. “Kami belum tahu secara pasti apa penyebabnya, yang jelas kami akan berkoordinasi dan akan  konfirmasi ke  pihak Pertamina,” jelas Puguh Santoso.

Dijelaskan dia,  memang menjelang pelaksanaan bulan suci Romadhan. ini kebutuhan akan gas melon oleh masyarakat meningkat. “Menjelang bulan Romadhan kebutuhan cendrung Meningkat, sementara  stok-nya  tetap, ini mungkin yang menjadi penyebabnya kaena  kebutuhan meningkat stok tetap, namun kami akan  Koordinasi dengan pertamina, karena penentuan kuota elpiji melon itu  dari Pertamina,” katanya

Puguh Santoso mengharapkan, agar supaya ketelambatan pasokan gas melon ke pengecer ini tidak sampai membuat gas elpiji melon langka di pasaran. “Saya harap jangan sampai terjadi kelangkaan, insya Allah  pasokan gas elpiji melon akan segera lancar, sehingga tidak sampai tejadi kelangkaan dan kenaikan harga, ya elpiji melon tetap Rp 17 hingga Rp 18 ribu/tabung,” pungkas Puguh Santoso. (hib/shb)