Kacabdin Pendidikan Wilayah Kabupaten Bangkalan Nilai SMKN-1 Labang Tak Layak Dijadikan Sekolah

SUTET yang berada di SMKN-1 Labang

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah kabupaten Bangkalan, Sunarto menilai SMKN-1 Labang tidak layak dijadikan sekolah, karena sekolah tersebut lokasinya berada di bawah Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) PLN. “Kalau sekolah berada dibawah SUTET tidak baik, lebih baik untuk SMKN-1 Labang cari lahan yang lain,” kata Sunarto, Senin (24/02/2020).

Dikatakan dia, karena sekolah tersebut posisinya berada dibawah SUTET, maka banyak benda-benda eletronik di  SMKN 1 Labang sering mengalami troubel. “Kalau ke benda benda gampang troubel, kalau menyangkut manusia, SUTET  radiasinya mempengaruhi otak, makanya lebih baik dinas Pendidikan propinsi memindahkan Sekolah itu dan cari lahan lain,” jelas Sunarto.

Dijelaskan Sunarto, dirinya yakin dulu pembangunan SMKN-1 Labng itu tidak melalui kajian. “Kemungkinan tidak dilakukan study kelayakan  dan kajian akademisi-nya ngak benar. Kalau menurut saya sebaiknya  dipindah,” terangnya.

Kepala SMKN-1 Labang, Samsul Hadori menjelaskan, jika secara kasat mata dampak dari SUTET itu memang tidak terasa. “Secara kasat mata ngak terasa dampaknya. Tapi kita seringkali mendengar suara seperti air yang mengucur dari kran air, dan itu terjadi setelah hujan,” kata Samsul panggilan akrabnya Kepala SMKN-1 Labang itu.

Dikatakan dia, PLN area Pamekasan pernah melakukan sosialilasi tetang adanya radiasi yang ditimbulkan oleh SUTET. “Memang kata petugas PLN dari Pamekasan itu SUTET ini menimbulkan radiasi namun tidak signifikan,” jelas Samsul.

Kepala SMKN-1 Labang ini sepakat, apabila ada tuntutan dari masyarakat terkait dengan pemindahan Sekolah tersebut. “Memang sampai saat ini belum terjadi kasus, namun untuk menghindari sesuatu yang tidak kita inginkan, seperti kabel putus, isolator nya bocor dan ketika hujan deras ada aliran listrik melalui aliran air hujan, dan kalau ada tuntutan dari masyarakat untuk dipindah saya manut saja,” tuturnya.

Sementara itu anggota Komisi E DPRD Propinsi jawa Timur Dapil Madura, Mathur Husairi berjanji akan turun langsung ke SMKN-1 Labang. “Nanti saya akan datang secara langsung ke sana (SMKN-1 Labang Red) dan mau melihat kondisinya seperti apa, tapi koreksi saya ini berarti perencanaan awalnya serampangan. Karena SUTET  itu kan ada sejak lama, bukan bangun sekolah kemudian ada SUTET, kenapa dulu dipaksakan dibangun disitu. Ini berarti perencanannya yang keliru ada apa,” jelas Mathur.

Dijelaskan dia, kalau memang nanti keberadaan SUTET di sekolah itu menjadi persoalan dan memang mengangu proses belajar mengajar pihaknya akan mencarikan solusinya. “Ya kita akan coba datang ke sana dulu, kita lihat secara langsung, baru nanti kita minta secara resmi kepala sekolahnya kirim surat ke pemprop.  Tentunya akan kita respon secara bertahap, karena persoalan pendidikan ini kami menghandel se-jatim,” pungkasnya. (hib/shb)