Kader ISNU Bangkalan Minta Dana Bagi Hasil Migas Dikelola Secara Mandiri

salah aktivitas pengeboran minyak di madura

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Selama ini masyarakat masih banyak yang tidak tahu berapa besar dana bagi migas (DBH) yang diterima oleh pemerintah. Kader Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) kabupaten Bangkalan meminta agar DBH dikelola secara mandiri dan transparan. “DBH migas ini harus dikelola secara mandiri dan harus disampaikan kepada rakyat berapa nominalnya dan dibuat untuk apa? Sehingga  masyarakat bangkalan bisa lebih memahami adanya DBH itu,” kata Kader ISNU bangkalan, Syaiful saat acara   Seminar optimalisasi pengelolaan migas untuk kesejahteraan masyarakat di pendopo Agung bangkalan, Sabtu lalu

Selain di kelola secara mandir, kader ISNU bangkalan juga meminta agar pemerintah transparan terkait produksi migas di Madura “Pemerintah pusat harus transparan terkait produksi hasil migas di wilayah Madura,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris umum  PP.ISNU,  M Kholid Syerazi. “Dana bagi hasil  Migas ini harus dikelola scara mandiri dengan  kelembagaan secara mandiri pula,” katanya.

Sebab kata dia, Indonesia kaya sumber daya energi terbarukan dan Madura ini kaya minyak, akan tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan migas Nasional.

Dekan Fakultas Tehnik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Racmat Hidayat mengatakan, Madura khususnya kabupaten Bangkalan memiliki peran besar dalam menyokong ketahanan migas skala nasional. “Jadi Madura harus maju, Madura harus mandiri dan masyarakat harus sejahtera,” terangnya.

Sementara itu, Manajer senior hubungan kelembagaan, SKK Migas Safe,i Syafri menjelaskan industri migas membutuhkan modal besar, mulai dari biaya teknologi, produksi dan distribusi. Oleh karenanya bisnis migas ini memiliki resiko yang sangat besar. “Namun akan ada keuntungan besar bagi daerah yang memiliki produksi minyak sehingga diharapkan ada kemudahan ijin oleh pemda,” pungkasnya. (hib/shb)