Kecamatan Burneh  Sentra Tanaman Bunga Melati

 

Bangkalan,Maduranewsmedia.com– Permintaan Bunga Melati dari tahun ke tahun terus meningkat, apalagi pada musim manten, permintaan bunga tersebut sangat tinggi. Oleh sebab itu dinas Pertanian dan Peternakan kabupaten Bangkalan telah bertekad untuk terus meningkatkan produksi bunga Melati dengan menjadikan sejumlah desa di kecamatan Burneh kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur sebagai sentra tanaman Bunga Melati. “Di kecamatan Burneh ini Tanaman bunga Melati kita kembangkan di Kelurahan Tunjung, desa benangka dan desa Arok, di tiga tempat ini tanaman Bunga Melati kita kembangkan,” kata Kepala Unit Pelaksana Tehnis Daerah (UPTD), Dinas Pertanian dan Peternakan Bangkalan,  Subakri, SP, MMP, Minggu (03/05/2015)

Dijelaskan Subakri, saat ini tengah dikembangkan tanaman Bunga Melati seluas 30 hektar dalam pengembangan yang dilakukan di dua desa dan satu kelurahan ini. “Setiap 1 hekar-nya dibutuhkan 17 ribu bibit bunga Melati, dan tanaman Bunga Melati sudah bisa dipanen nanti setelah  usia tanam berumur 6 bulan, saat ini para petani Bunga Melati sudah  ada yang panen,” jelasnya.

Lebih lanjut Subakri menjelaskan, untuk memenuhi bibit bunga Melati yang dikembangkan oleh sejumlah Kelompok Tani diantaranya kelompok tani, Sekar Tanjung, Kelompok Tani Pulau Seribu, dan Kelompok Tani Karya tani, pihaknya melakukan penangkaran Bibit Bunga Melati di Kantor Badan Penyuluh Pertanian (BPP) kecamatan Burneh. “kalau masalah bibit saat ini tidak ada masalah, karena kita telah melakukan penangkaran bibit, hasil penangkaran yang kami lakukan, saat ini di BPP ada sekitar 30 ribu bibit Bunga Melati siap tanam,” terang Subakri.

Bahkan kata Subakri, hasil penangkaran yang dilakukan di BPP kecamatan Burneh itu selain untuk memenuhi kebutuhan bibit petani Melati di kecamatan Burneh, bibit bunga Melati tersebut juga dijual ke daerah lain. “Jadi hasil penangkaran itu selain di jual ke petani kita, juga untuk kebutuhan petani Melati daerah lain, seperti petani Melati di Kabupaten Pamekasan,  Sidorajo, Pasuruan dan kabupaten  Mojokerto. BPP Burneh ini adalah penangkaran bibit Melati terbesar di jatim,” katanya.

Untuk prospek secara ekonomi imbuh Subakri, Bunga melati ini mempunyai propek yang sangat cerah, karena bunga Melati dibutuhkan keperluan kemanten dan acara-acara sakral lainnya. “Sementara saat ini Bunga Melati sebagain digunakan untuk roncian untuk keperluan kemanten, untuk kalungan bunga bagi tamu istimewa. Dan bunga Melati hasil tanam petani kecamatan Burneh ini sudah sering di kirim ke luar daerah Madura, seperti ke Surabaya dan Jakarta, untuk pengiriman lokal Bunga melati ini kita sering kirim ke Kabupaten Pamekasan. Ya harganya kalau pasa harga lagi tinggi bisa dijual Rp  250 hingga Rp 300 ribu/kg, biasanya pada saat musim kemanten harga Melati tinggi, enaknya petani bisa panen setiap hari,” tuturnya.

Oleh sebab itu, untuk mensejahterakan para petnai Bunga Melati ini, kedepan pihkanya akan mengupayakan pemasaran bunga Melati dengan cara kemitraan. “Kita tetap mengupayakan pemasaran dan kemitraan, karena selama ini kita keseulitan untuk kemitraan, karena permintaan Bunga Melati ini tidak kontinyu,” pungkasnya. (hib/shb).

iklan 100x100