Keranjang Bambu Kerajinan Warga Desa Arok Semakin Ditinggalkan

pengrajin keranjang bambu desa Arok

pengrajin keranjang bambu desa Arok

Bangkalan,Maduranewsmedia.com – Bambu tidak hanya bisa digunakan untuk bahan membuat gedhek Maupun pagar rumah,  namun bambu juga bisa dimanfaatkan menjadi kerajinan keranjang. Namun sayang kerajinan keranjang bambu asal desa Arok kecamatan Burneh kabupaten ini semakin terpinggirkan, karena masyarakat lebih banyak memilih keranjang plastik buatan pabrik.

Salah seorang pengrajin anyaman keranjang bambu Mardiyah tetap bertahan untuk memanfaatkan bambu menjadi keranjang. Berbagai jenis keranjang bambu telah dibuatnya, baik keranjang untuk tempat peralatan dapur, maupun keranjang untuk tempat makanan.

Untuk menyelesaikan satu keranjang bambu, bagi Mardiyah tidak membutuhkan waktu lama, dengan tangannya yang cekatan, merajut setiap irisan Bambu hingga menjadi keranjang, hanya dalam waktu sepuluh menit satu buah keranjang bambu udah jadi. Ini membutikan jika Mardiyah sudah puluhan tahun menjadi pembuat keranjang dari Bambu.

kemahiran membuat keranjang bambu ini didapatkan Mardiyah dari kedua orang tuanya sekitar 30 puluh tahun lalu.  hampir seluruh pekerjaan membuat Keranjang dikerjakannya sendiri, hanya bagian memotong bambu dan membelahnya yang dikerjakan oleh Mat Sarep suami Mardiyah.

Kepala desa Arok, Ismail menjelaskan, keberadaan keranjang bambu saat ini sudah kalah bersaing dengan kerajang plastik buatan pabrik.”Sekarang omzetnya agak menurun karena pemasarannya tidak seperti dulu dan sekarang keranjang ini kalah sama keranjang plastik, jadi produksinya sudag agak berkurang,” kata Ismail.

Sementara itu, salah seorang pembeli keranjang bambu, Marsiti mengaku masih membeli keranjang bambu buatan Mardiyah.”Keranjang ini saya beli untuk tempat makanan buat acara lamaran.  Keranjang bambu ini adalah kerajinan Khas warga Madura, yaang nyaris punah,” kata Mardiyah.

Sayang, kerajinan keranjang bambu buatan Mardiyah di desa arok burneh Bangkalan ini, semakin dilupakan. Meski  harganya murah hanya Rp 500 Hingga Rp 1.000  setiap biji,  namun masyarakat banyak yang tidak berminat, Karena masyarakat lebih memilih keranjang plastik yang dianggapnya lebih praktis. hanya ada beberapa warga yang datang untuk membeli keranjang Baik untuk tempat peralatan dapur, maupun tempat makanan saat ada acara pertunangan. (hib/shb)

 

 

iklan 100x100