Kluster Pelayaran Paling Banyak Sebarkan Virus Corona (Covid-19) Di Kabupaten Bangkalan

ilustrasi Covid-19

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Jumlah pasien Positif Virus Corona (Covid-19) saat ini di kabupaten Bangkalan berjumlah 50 orang. Dari data pres rilis Gugus tugas covid-19 kabupaten bangkalan, kluster paling banyak dalam penyebaran virus Corona (Covid-19) di kabupaten bangkalan dari kluster pelayaran sebanyak 27 orang atau sebesar 54 persen,kemudian disusul kluster dari Surabaya sebanyak 14 orang atau 28 persen, kluster lokal 5 orang 10 atau  persen, kluster TKHI 3 orang atau 6 persen dan kluster Jakarta 1 orang atau 2 persen.  

Humas Gugus tugas covid-19 kabupaten bangkalan, Agus Zain dalam  Keterangan pers-nya menjelaskan,  hasil perekaman data dari Dinas Kesehatan dan RSUD Syamrabu Kabupaten Bangkalan, sampai hari ini (Kamis, 4/6/2020) data perkembangan Covid-19 berdasarkan jumlah pasien beserta kategorinya,  Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 34 orang, pasien PDP dalam perawatan 6 orang, PDP sembuh 3 orang dan PDP meninggal 25 orang.

Dijelaskan Agus zain, sedangkan jumlah pasien Positif Covid-19 sebanyak 50 orang, dengan perincian pasien positif yang masih dalam perawatan 36 orang, pasien Positif yang sembuh 1 orang dan pasien poistif yang meninggal dunia sebanyak 3 orang. “Gugus Tugas Covid-19 dan Dinas Kesehatan kabupaten Bangkalan juga melakukan rapid tes,” terang Agus sapaan akrabnya humas Gugus tugas Covid-19 kabupaten bangkalan, Kamis (04/06/2020).

Dari hasil Rapid tes yang dilakukan oleh tim gugus tugas Covid-19 dan Dinkes kabupaten Bangkalan kata Agus, ada 1.917 orang yang dilakukan rapid tes, hasilnya   sebanyak  107 orang atau 5,6  persen dinyatakan reaktif dan 1.811 orang  atau 94,4 persen non reaktif.

Sementara terkait dengan adanya  perubahan data dalam peta sebaran  covid-19  di kabupaten Bangkalan, Agus yang juga Kadiskominfo kabupaten bangkalan ini menjelaskan, bahwa Pada tanggal 02 juni/2020 terkonfirmasi atas pasien inisial Ny.A (49) asal Kecamatan Konang serta Tn.T (47) dan Ny.M (43) masing-masing asal Kecamatan Tragah. Namun setelah dilakukan penelusuran diperoleh keterangan bahwa ketiga pasien terkonfirmasi tersebut  berdomisili di Surabaya. (hib/shb)