Kos-kosan  Mesum di Kawasan Kampus UTM Di Razia

Dua pasangan mahasiswa UTM saat didata dan diberi pengarahan di kantor satpol PP
Dua pasangan mahasiswa UTM saat didata dan diberi pengarahan di kantor satpol PP

Bangkalan, Maduranewsmedia.com– Menjelang bulan suci Romadhan, Jum’at (05/06/2015) malam Satpol PP Kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat) bersama tim gabungan yang beranggotakan Polisi dan TNI. Aparat melakukan penyisiran kos-kosan di kawasan Kampus Universitar Trunojoyo Madura (UTM) di desa Telang kecamatan Kamal. Di kos-kosan gang Texas yang selama ini disinyalir sering dijadikan sebagai tempat mesum itu, tim gabungan mengamankan 2 pasangan yang tengah berdua-an didalam kamar kos. Tak ayal kedua pasangan itu  dibawa ke kantor Satpol PP. Ke-2 pasangan mesum  itu adalah pasangan MA (21) dan AJ (22) keduanya mahasiswa asal kabupaten Sampang dan pasangan FT (22) dan DF (21) mahasiswa asal  kabupaten Sumenep.

Kasatpol PP Bangkalan, Moh Fachri melalui  Kabid  Ketertiban umum dan Ketentraman Masyarakat, Ach Fatah Yasin, menjelaskan, operasi pekat dilakukan terhadap  kos-kosan di gang texas kawasan kampus UTM karena selama ini pihaknya sering menerima laporan dari masyarakat, jika kos-kosan mahasiswa itu sering dijadikan tempat mesum. “Setelah kiita razia, petugas mendapati 2 pasangan yang tengah berduaan didalam kamar dengan pintu tertutup,” jelas Fatah Yasin

Dijelaskan dia, karena ketahuan berduaan didalam kamar, maka pasangan itu di bawa ke kantor satpol PP untuk diberi pembinaan. “Ya mereka kita data, lalu kita beri pembinaan, karena secara agama memang tidak perbolehkan berduaan didalam kamar selain muhrim, apalagi pada malam hari. Setelah diberi pengarahan 2 pasangan yang masih berstatus mahasiswa itu kita lepaskan,” kata Fatah Yasin.

Lebih lanjut Fatah Yasin menjelaskan, operasi pekat itu digelar untuk menjamin ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, khususnya menjelang bulan Romadhan ini. “Kami menghimbau kepada pemilik kos-kosan khususnya di gang texas agar pemiliknya mengawasi, karena pengawasan itu merupakan tangung jawab pemilik rumah kos,” pungkasnya. (hib/shb)