Mahasiswa Dan Pelajar Keluhkan Minimnya Koleksi Buku Di Perpustakaan Umum Bangkalan

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Bangkalan, Moch Musleh

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Pelajar dan mahasiswa serta para pengunjung perpustakaan umum Bangkalan mengeluhnya adanya kekurangan refrensi dan buku ilmu pengetahuan di Perpustakaan umum. “Buku-bukunya banyak yang kurang,” kata salah seorang mahasiswa di saat berkunjung di perpustakaan umum Bangkalan, Kamis (16/01/2020)

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Bangkalan,  Moch Musleh ketika dinkonfirmasi terkait dengan adanya kekurangan buku itu menjelaskan, perpustakaan akan menambah buku pada anggaran tahun 2020 ini. “Kami baru saja mendapatkan anggaran sebesar Rp 52 juta untuk pengadaan buku baru dan saat ini sedang memproses buku-buku baru itu,” jelas Moch Musleh.

Dikatakan dia, buku buku di Perpustakaan umum Bangkalan ini tidak selengkap dengan perpustakaan di Propinsi.   “Ya mungkin tidak akan selengkap di pemprov dikarenakan minimnya tempat yang ada di perpustakaan umum. Akan tetapi kami usahakan ada buku pengetahuan umum yang mewakili apa yang dicari oleh pelajar dan mahasiswa,” terang Moch Musleh..

Dijelaskan dia,  pada tahun 2020 ini, pihaknya akan menambah koleksi buku di perpustakaan umum. “Untuk tahun ini kami akan menambah jumlah buku yang terbagi menjadi beberapa tingkat mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Ini kmai lakukan agar semua pelajar bisa merasakan dan bisa menemukan apa yang dibutuhkan oleh mereka. Maka dari itu kami akan menambahkan buku-buku sesuai apa yang mereka butuhkan agar bisa menunjang para pelajar di Bangkalan lebih giat dan aktif dalam membaca,” tutur Musleh  sapaan akarabnya kadispuarsip kabupaten Bangkalan ini..

Ditambahkan Musleh, pihaknya juga akan memberikan solusi bagi pelajar ataupun mahasiswa yang tidak menemukan buku yang mereka butuhkan di perpustakaan umum. “Untuk para pelajar dan para mahasiswa Bangkalan jika tidak menemukan buku ataupun refrensi di perpustakaan umum. Kami akan memberikan solusi yakni buku berbentuk e-book yang mana kami akan usahakan di tahun ini softwarenya akan selesai,” imbuhnya

Musleh juga menjelaskan pada tahun ini pihaknya akan bekerja sama dengan perpustakaan Nasional (perpusnas) dalam membuat software baru. “Kami sudah bekerja sama dengan perpusnas yang mana nantinya kami akan memasukkan berbagai macam e-book mulai dari buku pengetahuan,majalah, jurnal, hingga karya-karya ilmiah. Akan tetapi kami masih menyiapkan perangkat keras dan perangkat lunaknya.  Doakan  saja agar proyek ini bisa selesai pada tahun ini,” pungkasnya. (ver/shb)