HEADLINEKESEHATANPERISTIWATERKINI

Masa Allah Seorang Nenek Miskin Tinggal Di Gubuk Bambu Menderita Penyakit liver Ganas

virus
Pamekasan,maduranewsmedia.com-Mani (59), warga Dusun Batu Putih, Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Kabupten Pamekasan, ini sudah tujuh bulan menderita liver. Perutnya membesar, dua kali lipat seperti orang hamil. Sabtu (31/12/2016).
Mani Tinggal di gubuk tua berukuran 3×4 meter, ditemani suaminya Alwi (61). Dalam keadaan miskin, ia harus banting tulang untuk merawat isterinya yang terkena penyakit liver ganas di bagian perutnya.
Menurut Alwi , Penyakit yang menimpa istrinya itu, berawal saat pulang dari Arab Saudi menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW), pada bulan Juni 2016 lalu. Tiba di rumahnya, perut istrinya sudah buncit seperti wanita hamil empat  bulan. Karena tak punya biaya, ia  membiarkan isterinya dirawat di rumahnya.
namun kondisi perut istri nya semakin membesar. Dua kali lipat orang hamil 9 bulan. Oleh Karena itu, Alwi suami mani nekad ikut program di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BJS) berupa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dengan membayar Rp 25.000 tiap nulannya. Meski banting tulang untuk membayarnya demi menyembuhkan istrinya. Ungkap Alwi. Sabtu (31/12/2016).
Setelah punya KKS baru isteri saya dibawa ke rumah sakit. Namun tak ada perkembangan sehingga dibawa pulang ke runahnya. Dengan beralasan, biaya pengobatan di rumah sakit mahal dan tidak bisa dijangkau meskipun sudah ada KKS.
Dua bulan berikutnya, kondisi Mani terus memburuk. Perutnya semakin buncit. Alwi kemudian membawanya lagi ke rumah sakit. Namun hasilnya nihil. Lagi-lagi persoalan biaya perawatan yang jadi alasan Alwi membawa pulang isterinya.
“Saya rawat sekedarnya di rumah. Jangankan biaya pengobatan, untuk makan sehari-hari saja, saya masih dibantu tetangga,” imbuh pria satu anak ini.
Beban hidup Alwi semakin berat karena setiap bulan harus membayar biaya KKS Rp 28.000 ke BPJS setelah terjadi kenaikan tarif. Bulan ini, Alwi sudah tidak membayarnya karena tidak punya uang. Bulan-bulan sebelumnya, untuk melunasi KKS terpaksa pinjam ke tetangganya.
Mani sendiri masih ingin dirawat di rumah sakit. Namun karena tidak punya biaya, Alwi enggan membawanya ke rumah sakit. Perawatan Mani terkadang dibantu tetangga dengan cara memintakan doa kepada orang pintar. “Saya hanya berharap ada yang membantu meringankan saya karena isteri saya masih ingin dirawat lagi ke rumah sakit,” harap Alwi. (rhm/shb)