Masyarakat Menengah Keatas Di Bangkalan Banyak Yang Belum Memiliki BPJS Kesehatan

Plt Kadinkes Bangkalan, Sudiyo

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Masyarakat kabupaten di kabupaten Bangkalan yang memiliki yang telah mejadi peserta BPJS kesehatan Mandiri masih sekitar 67 persen, ada xsebanyak 230 ribu orang yang belum memiliki kartu Indonesia sehat (KIS). “Dari ribuan orang yang belum memiliki KIS itu banyak diantaranya masyarakat kelas menengah ke atas,” kata  Plt Kadinkes Bangkalan, Sudiyo, Sabtu (09/02/2019).

Padahal kata dia, untuk mengkaver premi BPJS atau KIS itu, pemkab bangkalan harus mengelaurkan dana sebesar  Rp 44,6 Milyar. “Jika masih banyak masyarakat yang belum memiliki KIS ini sangat berat bagi kami, makanya  mari kita dorong masyrakat kelas menenagh keatas yang belum menjadi anggota BPJS mandiri ini untuk segera mendaftar,” jelas Yoyok panggilaan akrabnya Kadinkes Bangkalan ini.

Sebab kata dia, sejak bulan Januari 2019 pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat untuk memiliki KIS, karena sejak bulan Desember pelayanan Kesehatan baga masyarakat yang tidak mampu dengan menggunakan Kartu RTM telah dihapus. “Makanya pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat memunyai KIS,” terangnya.

Namun kata Yoyok, masyarakat tidak mampu di kabupaten Bangkalan tidak perlu kuatir, karena pemkab bangkalan telah mengalokasikan anggaran untuk biaya kesehatan masyarakat miskin sebesar Rp 1 Milyar. “Biaya Kesehatan untuk masyarakat miskin yang disedikan Rp 1 Milyar ini hanya cukup untuk 3 bulan, makanya kita harus benar benar selektif dalam menggunakan anggaran ini,” tuturnya.

Minimnya anggaran biaya kesehatan untuk masyarakat miskin langsung direspon oleh Bupati Bangkalan, R Abd Latif Amin. Orang nomer satu di lingkungan pemkab bangkalan ini berjanji akan menambah anggaran tersebut. “Ya nanti anggaran untuk biaya kesehatan masyarakat miskin ini kita tambah antara Rp 4 M hingga Rp 5 M, ya nanti di PAK,” pungkasnya. (hkb/shb)