Melihat Pengrajin Sangkar Burung Perkutut Di Kecamatan Socah

 

Bangkalan,Maduranewsmedia.com- keterbatasan peralatan tak membuat patah semangat bagi H Rosidi (46) Warga kampung Lembung Desa jaddih Timur Kecamatan Socah untuk terus berkarya memproduksi sangkar burung perkutut bermahkota. Dengan dibantu 7 orang pekerja, pria yang memulai usahanya sejak tahun 1987 ini, hasil karyanya sudah merambah Ke Bandung dan Jakarta, omsetnya-pun setiap bulan yang diteriamnya cukup lumayan besar sekitar Rp 25 juta/bulan.  “Alhamdulillah penghasilan yang saya dapat cukup untuk menghidupi keluarga dan membayar gaji para pekerja saya pak,” kata H Rosidi, Minggu (03//05/2015).

Bahkan H Rosidi berani memberi garansi selama 3 tahun kepada pelanggan yang membeli sangkar burung perkutut buatannya. “Saya memang memberi garansi 3 tahun, kalau kurungan ini pecah bisa dikembalikan dan saya ganti dengan sangkar buruung perkutut yang baru,” tuturnya.

Garansi yang diberikan kepada para pelanggannya ini tunjuannya agar para pelanggan yang biasa membeli sangkar kepada dirinya tidak kecewa. “Dengan catatan pecahnya itu tidak karena terjatuh, tapi karena terkena terik matahari, biasanya sangkar ini kan di jemur seharian dengan burungnya, mobil saja kalau dijemur sehari kadang catnya terkelupas, apalagi sangkar perkutut ini,” jelas H Rosidi.

Dijelaskan dia, dalam memproduksi sangkar burung perkutut ini, dirinya menyediankan berbagai lukisan dan ukiran diantaranya;  Motif  ukiran, Naga, Wayang Hanoman, Barongsai, Ganesa dan topeng. “Yang lagi Ngetrend dan banyak yang pesan saat ini adalah  ukiran  motif Naga dan topeng,” katanya.

Untuk harga sangkar burung Perkutut buatannya ini, H Rosdidi mematok harga antara, Rp 2,5 hingga Rp 3 juta ditempat. “Kalau beli ke sini ya harganya antara 2,5 juta hingga Rp 3 juta tergantung kepada mitif ukirannya, kalau beli diluar harganya bisa mencapai Rp 4 hingga Rp 5 juta,” tuturnya.

Sementara bahan-bahan yang dipilih untuk membuat sangkar burung perkutut bermahkota ini ini adalah bambu dan kayu jenis Seagon. Setelah terbentuk sangkar, baru dicat dengan mengunakan alat kompresor dan air bus. (hib/shb)

 

iklan 100x100