Menengok Pengrajin Batu Akik di Desa Tragah

shiddiq pengrajin batu akik di desa Tragah

shiddiq pengrajin batu akik di desa Tragah

Bangkalan, Maduranewsmedia.com– Demam batu akik yang terjadi dihampir seluruh penjuru negeri ini nampaknya hanya menjadi berkah bagi para pengrajin akik yang lengkap dengan peralatan modern, sementara para pengrajin akik di desa Tragah kecamatan Targah kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur masih harus berkerja dengan peralatan seadanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Dengan peralatan seadanya mereka hanya bisa menghaluskan 2 hingga 3 biji aki dalam satu hari, sementara para pengusaha akik yang lengkap dengan peralatannya, mereka bisa memproduksi ratuasan akik.

Salah seorang pengrajin batu akik, Shiddiq (52) warga dusun batu Ampar desa Tragah sudah, dengan memakai peralatan seadanya, bekerja menghaluskan batu akik untuk menghidupi  7 orang anaknya. Dalam satu hari, dia hanya mampu menghaluskan 2 hingga 3 batu akik dengan bayaran Rp 30 ribu hingga 50 ribu/batu akik. “Alhamdulillah pak, cukup untuk makan sehari-hari,” kata Shiddiq yang sudah hampir 20 tahun bekerja sebagai pengrajin akik.

Dengan dinamo bekas pompa air, Shiddiq selalu setia menunggu pelanggan yang datang dari Surabaya, Sampang dan daerah lain di Madura. “Kadang kalau lagi sepi garapan satu bulan saya tidak bekerja pak,”Ya kan rejeki ada yang ngatur, kalau ngak ada garapan saya ke sawah bertani,” tuturnya.

Pengrajin akik di desa Tragah ini mengharapkan perhatian dari pemerintah untuk kemajuan para pengrajin akik di desanya. “Ya kami hanya berharap bantaun peralatan yang lebih modern agar kerja kami lebih cepat,” harapnya.

Sementara itu, Kadisperindag kabupaten Bangkalan, Puguh Santoso berjanji akan mengkomunikasikan ke pemerintah propinsi. “Setiap ada proposal yang masuk kami, selalu dikomunikasikan dengan propinsi,” kata Puguh.

Dijelaskan Puguh, di desa Tragah itu ada 60 orang pengrajin cicin yang terbagi dalam 4 yang masuk dalam binaan Disperindag. “Ada sekitar 25 pengrajin yang kita bina, dan nanti semua akan kita bimbing,” pungkas Puguh. (hib/shb)

iklan 100x100