Menengok Tradisi Undang Mantu pada Acara Resepsi Pernikahan Di Bangkalan

Mempelai saat melakukan acar aprosesi undang mantu
Mempelai saat melakukan acar aprosesi undang mantu

Bangkalan, Maduranewsmedia.com– Pada bulan Syawal ini merupakan bulan baik untuk acara pernikahan, pada bulan baik ini, biasanya banyak masyarakat di didesa di kabupaten bangkalan, Madura  menikahkan anaknya. Acara tradisi Undang mantu banyak dilakukan oleh masyarakat desa Langkap kecamatan Burneh kabupaten Bangkalan. Dalam Acara undang mantu ini setelah mempelai laki-laki diantarkan ke rumah perempuan pada sore hari, mempelai perempuan di undang untuk bersilaturahmi ke rumahnya mempelai laki-laki. Tujuan dari undang mantu ini untuk memperkenalkan isteri yang telah dinikahi kepada sanak famili keluarga mempelai laki-laki yang tidak sempat menyaksikan mempelai berdua yang tengah duduk bersanding di rumah mempelai perempuan.

Dalam acara undang manten itu ada tradisi “Tek-tek” dimana dalam tradisi ini ada salah seorang pihak dari keluarga mempelai laki-laki yang membawa tempayan, kemduian tempayan yang di “Tek-Tek” atau di pukul-pukul dengan sendok  di depan mempelai laki-laki dan perempuan. Ketika tempayan itu dipukul-pukul (ditek-tek Madura red) semua keluarga dari mempelai laki-laki satu persatu meletakkan uang ke dalam tempayan itu yang nilainya bervariasi mulai dari 50 ribu hingga ratuasn ribu rupiah. Uang sudah terkumpul di dalam tempayan itu kemudian dihitung dan diberikan kepada mempelai perempuan.

Setelah proses acara Tek-tek” ini selesai, kemanten kemudian pulang ke rumah mempelai perempuan untuk melanjutkan acara resepsi pernikahan pada malam harinya. biasanya bagi kelaurga kemanten yang mampu pada malam hari acara resepsi pernikahan itu diisi dengan hiburan orkes Melayu, namun bagi keluarga yang pas-pasan biasanya acara resepsi  pada malam hari itu diisi dengan ceramah agama. (hib/shb)