Musim Durian Tiba, Durian Se Koceng Dari Desa Sobih Tetap Jadi Primadona

Para Penjual durian musiman di jalan KS Tubun kota Bangkalan

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Desa Sobih Kecamatan Burneh kabupaten Bangkalan ternyata tidak terkenal dengan Tajih Sobih nya (bubur Sobih), namun desa tersebut juga terkenal dengan durian Se Koceng, pada musim durian seperti sekarang ini, durian Se Koceng dari desa Sobih banyak di cari oleh masyarakat penikmat buah Durian.”Durian Se Koceng ini memang banyak dicari oleh penikmat buah durian,” kata Pedagang Buah Durian, Rofi’i, Selasa (22/01/2019).

Dikatakan dia, meskipun harganya lebih mahal dari durian biasa, namun masyarakat penikmat buah durian tidak merasa rugi untuk membeli durian  Se Koceng. “Durian biasa itu harganya paling Rp 20  ribu hingga Rp  25 ribu,kalau durian Se Koceng itu harganya separuh lebih mahal dari durian biasa, ya bisa Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu,” jelas Rofi’i.

Dijelaskan dia, tidak mudah untuk mendaptkan durian jenis Se Koceng dari desa Sobih ini, karena tidak semua Durian di desa Sobih jenisnya Durian se Koceng. “Durian Se Koceng ini memang pohonnya beda dengan durian biasa, dan berbuahnya tidak banyak,” terangnya.

Ditambahkan Rofi,i, durian Se Koceng ini kulitnya lebih tebal dari durian biasa dan rasanya juga lebih manis. “Meskipun meskipun harga nyaa mahal, namun. Durian Se Koceng ini tetap diburu oleh penikmat buah durian, dan mereka tidak merasa rugi, karena ketika makan satu buah durian saja, mereka puas,” katanya..

Pada saat kulakan buah durian kata Rofii, dirinya selalu memisahkan antara durian biasa dan durian Se Koceng. “Ya kalau kata pemilik pohon durian inia durian Se Koceng, maka kita sudah percaya, dan saya sudah paham ciri-cirinya durian se Koceng ini,” kata Pedagang durian yang asli dari desa Sobih ini.

Durian jenis se Koceng ini kata Rofi,i, adanya hanya di desa Sobih kecamatan Burneh. “Durian Se Koceng ini hanya ada di desa Sobih, di desa lainnya yang merupakan centra durian seperti di Tanah merah tidak ada durian se Koceng,” pungkasnya. (hib/shb)