Musim Hujan Tiba, Dinkes Bangkalan Himbau Masyarakat Waspadai Penyakit DBD

Petugas Dinkes Bangkalan saat melakukan foging

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Saat ini di kabupaten Bangkalan sudah mulai memasuki musim hujan. sejak awal musim hujan, sudah 1 orang warga di kabupaten Bangkalan terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).”Sejak memasuki musim hujan, ada 1 orang yang terserang penyakit DBD,” kata Kepala Dnas Kesehatan kabupaten Bangkalan, H Sudiyo melalui Kabid P2PL, Hj Rizkiyah Nuni W, Kamis (19/11/2020).  

Namun kata Dia, dinas kesehatan kabupaten Bangkalan telah melakukan langkah antisipasi dengan melakukan foging atau pengasapan ditempat kediaman pasien yang terserang DBD itu.”Tempat tinggal dan lingkungan sekitar pasien DBD sudah kita foging,” jelas Nunik sapaan akrabnya Kabid P2PL Dinkes Bangkalan ini.

Dijelaskan Nunik, selain foging, dinas kesehatan Bangkalan juga telah melakukan Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan tetap mengaktifkan juru pemantau jentik (Jumantik). “Dengan upaya yang kami lakukan, semoga tidak ada tambahan kasus DBD lagi,” terangnya.

Oleh sebab itu kata Nunik, agar kasus DBD di kabupaten Bangkalan ini ada peningkatan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk menerapkan prilaku hidup Bersih dan sehat (PHBS). “Ya masyarakat harus menjaga lingkungannya dengan menerapkan PHBS, serta gerakan 3 M, Menguras, Menutup dan Mengubur,” tuturnya.

Kalau untuk foging kata Nunik, apabila masyarakat membutuhkan, maka masyarakat langsung melapor ke puskesmas. “Makanya kalau ada kasus, masyarakat supaya melapor ke kami,  dan kami langsung melakukan foging,” katanya.


Ditambahkan Nunik, jumlah kasus DBD di kabupaten Bangkalan menurun. “Data DBD pada September ada 50 pasien DBD. dengan perincian tertinggi dari kecamatan Socah, ada 12 pasien DBD kemudian kecamatan  Klampis, Kamal dan kecamatan Arosbaya masing-masing  ad 6 pasien,” ujarnya.   

Kabid P2PL Dinkes Bangkalan ini mengharapkan agar masyarakat tetap waspada dan tetap menjaga kebersihan lingkungan, karena hamoir semua kecamatan di kabupaten bangkalan ini merupakan daerah endemis DBD. “Karena di setiap kecamatan hampir ada kasus DBD-nya, makanya saya harap masyarakat tetap waspada,” pungkasnya. (hib/shb)