Musim Tanam Pertama, Produksi Padi Petani Bangkalan Surplus

petani saat panen

 

Bangkalam,maduranewsmedia.com– produksi padi petani kabupaten Bangkalan pada musim tanam tahun 2017 ini jumlah terus meningkat. Meningkatnya jumlah produksi padi petani ini disebabkan karena adanya cuaca yang mendukung dan para petani sudah banyak yang merubah sistem tanam dari sistem tradisional ke sistem tanam jajar legowo. “Alhamdulillah pada musim tanam pertama yaitu bulan Januari-Maret produksi padi kita surplus, dan sekarang kita sudah memasuki musin tanam kedua yaitu April-Juni,” kata Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian, Tanaman pangan Holtikultura Bangkalan, Geger Heri Susianto, Ahad (9/4/2017)

Dikatakan Geger Heri, Peningkatan produksi padi ini tidak terjadi pada musim tanam pertama pada tahun 2017 ini saja, akan tetapi pada  tahun sebelumnya telah terjadi peningkatan produksi padi. “Pada  tahun  2016 produksi padi kita Sebasar 316. 861, 054 Ton. Sementara pada  tahun  2015 produksi padi sebanyak 313.158,67 ton ada peningkatan sebesar 3.000 ton,” jelasnya

Lebih lanjut Geger Heri Susianto menjelaskan, peningkatan produksi padi terjadi di beberapa central produksi  padi, diantaranya di kecamatan  Burneh, Modung, Blega dan kecamatan Tanah Merah. “Hampir diseemua central ini, produksinya meningkat,” terang Geger panggilan akrabnya Kabid Tanaman Pangan ini.

Ditambahkan Geger, ribuan ton padi tersebut diproduksi diatas lahan seluas  126.182 hektar. “Luas lahan kita itu 126.182 hektar yang terdiri lahan sawah seluas 29.540 hektar dan lahan kering 96.642 hektar,” katanya.

Geger Heri Susianto mengharapkan pada musim tanam kedua ini produksi padi petani di kabupaten bangkalan terus meningkatkan dengan tetap menerapkan sistem tanam dan menggunakan bibit unggul. “Petani kita sudah menerapkan tehnologi sistem tanam dengan jajar legowo dan Penggunaan benih unggul,” pungkasnya. (hib/shb).