Panitia Pilkades Serentak Desa Karpote Di Polisikan

Kuasa hukum calon kades Mosidin saat menunjukan bukti laporan polisi
Kuasa hukum calon kades Mosidin saat menunjukan bukti laporan polisi

Bangkalan, Maduranewsmedia.com- Panitia Pilkades serentak desa Karpote kecamatan Blega kabupaten Bangkalan dilaporkan ke Polisi oleh, Mosidin calon kepala desa yang kalah dalam pilkades serentak yang di gelar pada tanggal 15 Juni 2015 silam. Dilaporkannya Panitia Pilkades tersebut, karena banyak ditemukan penyimpangan pada saat pelaksanaan Pilkades serentak. “Salah satu penyimpangan yang kami temukan adalah panitia meminta uang kepada masing-masing calon sebesar Rp 65 juta,” kata kuasa hukum Mosidin, Sumardhan, SH, Rabu (19/08/2015)

Dijelaskan Sumardhan, pada saat meminta biaya pilkades kepada calon kades Mosidin, panitia beralasan bahwa uang sumbangan tersebut tertulis di kwitansi sebagai uang titipan.”Panitia beralasan kekurangan dana, lalu minta sumbangan ke calon dan uang itu dianggap sebagai uang titipan, tapi setelah diminta tidak diberi, kalau memang uang titipan seharusnya uang itu dikembalikan, malah ketika meminta uang, klien saya dipimpong,” jelas Sumardhan.

Lebih lanjut Sumardhan menjelaskan, ketikan kilennya itu meminta kepada ketua Panitia Mustofa, malah ketua Panitia itu menyuruhnya untuk meminta uang itu ke Camat Blega, namun Camat Blega menyatakan jika Ia tidak menerima uang tersebut. “Makanya tanggal 6 Agustus 2015, kami melaporkan Panitia Pilkades serentak desa Karpote, Mostofa dan kawan-kawan ke Polda Jatim  dengan tuduhan tindakan penggelapan, dan kasus ini bisa masuk ke pungli juga,” terangnya.

Ditambahkan Sumardhan, pada pelaksanaan pilkades desa Karpote ada tiga calon, Calon 1 atas nama Moh Ali calon nomer 2 atas nama Mosidin dan calon nomer 3 Kholiyah. “Masing-masing calon ini diminta uang Rp 65 juta, calon No 3 atas nama Kholiyah hanya membayar Rp 20 juta, namun dia mengundurkan diri, karena tidak mampu membayar sumbangan yang diminta panitia, padahal Pilkades serentak itu dibiayai oleh APBD kok masih minta sumbangan,” katanya.

Terpisah, Kepala Bappemas dan Pemdes Pemkab Bangkalan, Ismet Effedy menyatakan, tidak benar kalau ada panitia meminta sumbangan ke calon Kades. “Ngak Boleh panitia itu minta sumbangan biaya pilkades kepada calon,” pungkas Ismet. (hib/shb).