PDGI Bangkalan Beri Edukasi CUKAGI Kepada Ratusan Anak Yatim

 

anak anak saat praktek CUKAGI

Bangkalan,maduranewsmedia.com–  Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PGDI) kabupaten Bangkalan memberikan edukasi cuci karang gigi (CUKAGI) kepada 100 anak binaan yatim dan dhuafa Laznas Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Bangkalan. “Tujuan cukagi menyiapkan generasi penerus bangsa yang bebas dari masalah gigi serta cara merawat dan menjaga gigi yang baik dan benar,” kata  ketua PDGI Bangkalan : Drg. Purwanti  disela-sela acara CUKGI di halaman Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Minggu (29/9/2019).

Dikatakan dia, CUKAGI ini merupakan program bersama PDGI Jawa Timur  yang dilaksanakan di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur. “Hingga hari ini, Kapupaten Bangkalan menjadi kota ke-19 bersamaan dengan penghujung rangkaian acara milad ke-24 Laznas LMI. Dan saya harap semoga program CUKAGI menjadi salah satu ikhtiar Laznas LMI beserta para donatur dan mitra yang peduli untuk turut menjaga kesehatan generasi bangsa, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa,” jelas Purwanti.

Dijelaskan Purwanti, edukasi CUKAGI ini penting, sebab pergantian fase gigi dari gigi susu menjadi gigi permanen terjadi di kisaran usia 6 hingga 12 tahun. Ini adalah usia rentan, karena di usia ini anak sedang gemar-gemarnya makan makanan manis seperti permen, kue, cokelat, dan es krim. “Sayangnya, hal ini biasanya tidak diimbangi dengan kebiasaan merawat dan menjaga kebersihan gigi setiap hari. Padahal, potensi sakit gigi terjadi bukan hanya pada orang dewasa, tetapi juga kanak-kanak,” terangnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan kabupaten Bangkalan Moh. Rasuli S.sos Mm mengatakan, kegiatan seperti ini sangat bagus. jika setiap daerah memiliki kegiatan cukagi. bisa jadi seluruh indonesia tdak akan ada permasalahan gigi lagi.

selain mendapatkan edukasi cara membersihkan gigi yang benar kepada anak-anak, mereka diajak langsung mempraktekkan cara menggosok gigi yang benar oleh 35 dokter gigi yang hadir pada acara tersebut.

Pada kesempatan itu jug dibagikan pula jenis tanaman yang dapat membantu penyerapan karbondioksida. Tamanan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan sedini mungkin.

Konsep cukagi bangkalan adalah selain menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat giginya dan ada pemberian 100 tanaman untuk mengedukasi anak-anak.”Setinggi apapun cita cita mereka, tetap harus mencintai alam dan lingkungan. Karena jika kita menjaga alam alam pun juga akan menjaga kita,” pungkas Drg Purwanti. (shb)/shb)