Pelaksanaan UNBK SMK Di Tengah-Tengah Wabah Virus Covid-19, Peserta Ujian Diwajibkan Cuci Tangan

peserta UNBK mencuci tangan sebelum memasuki ruang ujian

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Hari ini merupakan hari pertama Pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dalam pelaksanaan UNBK di tengah-tengah wabah virus Covid -19 ini, SMKN-2 Bangkalan mewajibkan siswa peserta UNBK mencuci tangan sebelum memasuki ruang ujian. “Kita tidak memberikan masker pada siswa, namun kita menyediakan  hand sanitizer di setiap ruang ujian dan siswa wajib mencuci tangan sebelum masuk ruangan,” kata Kepala Sekolah SMKN-2 Bangkalan, Nur Hazizah, Senin (16/03/2020).

Dikatakan dia, selain menyediakan hand sanitizer di tiap-tiap ruangan ujian, pihaknya juga membersihkan ruangan ujian setelah dipakai peserta ujian. “Jadi dalam pelaksanaan UNBK ditengah-tengah wabah virus Covid 19 ini kita lebih hati-hati dan menjaga kebersihan, serta mengikuti prosedur yang telah dianjurkan pemerintah,” jelas Nur Hazizah.

Meskipun kata dia, adanya wabah virus Covid-19 ini tidak berpengaruh terhadap peserta UNBK di SMKN-2 Bangkalan, namun pihaknya tetap waspada. “Saya melihat adanya isue virus Covid-19 ini tidak ada dampaknya terhadap anak-anak didik kami khususnya peserta UNBK, tapi kita tetap hati-hati dan waspada,” terangnya.

Ditambahkan Nur Hazizah, pada pelaksanaan UNBK tahun ini ada 407 siswa SMKN-2 Bangkalan yang mengikuti UNBK. “Peserta UNBK di SMKN-2 ini dibagi dalam 5 ruangan dengan 3 sesi. Ya kira-kira nanti pukul 4 sore baru selesai,” katanya.

Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah kabupaten Bangkalan Soenarto menjelaskan, semua SMK di kabupaten Bangkalan melaksanakan UNBK. “Alhamdulilah pelaksanaan UNBK di bangkalan hari pertama berjalan lancar dan semua SMK menggelar UNBK,” terang Soenarto.

Dikatakan dia, dalam pelaksanaan UNBK ini pihaknya menyampaikan Surat Gubernur Jawa Timur  tentang peningkatan kewaspadaan terhadap Corona Virus Disease (Covid-19) kepada semua sekolah. “Salah satu pointer dalam surat Ibu Gubernur Jatim itu, adalah memastikan satuan pendidikan melaksanakan  protokol kesehatan yang dianjurkan terutama ketersediaan sarana untuk cuci tangan pakai sabun (CTPS) alat pembersih sekali pakai (tissue) atau hand sanitizer diberbagai lokasi strategis di masing-masing satuan pendidikan,” pungkasnya. (hib/shb).