Pelanggar Prokes Banyak Dari Kalangan Masyarakat Pelosok Desa

para Pelanggar prokes saat disanksi Pus-up

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Pelanggar protokol kesehatan yang terjaring dalam razia masker yang dilakukan oleh Satpol PP kabupaten Bangkalan, banak dari kalangan masyarakat pelosok pendesaan  yang lupa membawa masker saat pergi ke kota. “Pelanggar yang terjaring dalam razia masker banyak  masyarakat dari pelosok desa, saat ditanya rata-rata mereka beralasan lupa membawa masker,” kata Kastpol PP Bangkalan, Drs Irman Gunadi melalui Kabid Tramtibum, Urip Riyanto, S.Sos, Rabu (04/11/2020).

Dikatakan Dia. ada sejumlah titik rawan pelanggaran yang sering dilakukan operasi masker. “Titik-titik rawan pelangagran itu ada di daeram Bancara, di depan pasar Ki Lemah Duwur, Di depan rumah sakit dan di depan terminal kota Bangkalan,” jelas Urip sapaan akrabnya Kabid Tramtibum Satpol PP Bangkalan ini.  

Dijelaskan Urip, para pelanggar yang terjaring dalam operasi masker itu diberi sanksi sesuai dengan Peraturan Bupati Bangkalan. “Para pelanggar diberi sanksi sosial antara lain membersihkan taman, membaca tahli, membaca do,a dan sanksi push-up,” terangnya.


Ditambahkan Urip, dalam setiap pelaksanaan operasi masker, pihaknya menerjunkan tim gabungan yang teridiri dari anggota Polri, TNI, Danlanal Batuporron dan anggota Satpol PP. “Dalam setipa operasi kita terjunkan 4 tim gabungan dengan 12 orang personel,” tuturnya.

Setelah selama 2 bulan digelar razia masker, kata Urip, tingkat pelanggar prokes di kota Bangkalan mulai menurun. pada bulan September, jumlah pelanggar sebanyak  1.050 orang,  sedangkan pada bulan Oktober ada 645 orang pelanggar. “Alhamdulillah pada bulan Oktober tingkat pelanggar mulai menurun jika dibandingkan pada bulan September lalu,” pungkasnya. (hib/shb)